HarianNusa.com – Ketua Komisi I DPRD Provinsi NTB, Drs. Ali Achmad menyampaikan netralitas ASN sangat diperlukan dalam mensukseskan pemilu yang jujur dan adil (jurdil) sehingga tidak ada implikasi yang mengarah kepada pemilu yang kurang cerdas .

Ia mengatakan, untuk itu, bagi pelaksana pemilu seperti KPU Provinsi NTB harus betul-betul mampu dan segera secara tajam mensosialisasikan ketentuan-ketentuan pemilu yang ada terutama Undang-undang ASN ini.

“Agar jelas bagaimana kedudukan ASN ini, jangan -jangan kehadiran ASN ini dalam mencampuri urusan pemilu ini menimbulkan dampak yang kurang strategis dalam pelaksanaan pemilu ini,” ungkapnya kepada media ini saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/11/2018).

Begitu juga dengan Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu harus betul-betul melakukan pengawasan secara ketat sehingga ASN benar-benar mampu kembali pada kiprah ASN itu sendiri.

“Tidak perlu beliau-beliau itu (ASN, red) ikut berpolitik seperti kampanye dan tidak boleh berpihak terhadap salah satu calon. Dan Bawaslu betul-betul menegakkan aturan apabila terdapat ASN ikut bermain dalam politik praktis agar segera ditindak tanpa pandang bulu sesuai ketentuan yang ada dalam Undang-undang ASN dan aturan pemilu,” jelasnya.

Ali mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB juga harus terus mengimbau dan mengingatkan agar tidak ada oknum ASN yang bermain dan melakukan politik praktis sehingga netralitas yang diharapkan betul-betul terwujud di daerah ini sehingga NTB tidak dianggap rawan dalam pemilu nantinya.

“ASN harus betul-betul menegakkan netralitasnya sehingga mampu menghasilkan pemilu yang jurdil seperti yang diharapkan semua pihak,” ungkapnya.

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional tersebut mengimbau supaya masyarakat benar-benar melaksanakan pemilu dengan damai, jujur dan adil serta tetap menjaga kondusifitas di daerah agar NTB tidak dianggap sebagai wilayah yang rawan pada pemilu mendatang. (f3)

Komentar