HarianNusa.com – Mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI) NTB didukung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB melakukan penanaman pohon mangrove sebagai upaya menyelamatkan lingkungan pesisir pantai, di Bagek Kembar, Desa Cendi Manik, Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu pagi ini (1/12).

GenBI beserta kelompok masyarakat pengelola ekowisata mangrove, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Barat, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Kementerian Kelautan dan Perikanan beserta pegawai Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, menanam 3.000 pohon mangrove jenis Rhizophora Mucronata.

Dipilihnya Dusun Bagek Kembar sebagai lokasi penanaman mangrove karena memiliki potensi menjadi destinasi wisata, dan adanya aturan desa yang mengharuskan masyarakatnya menanam 100 mangrove jika mencabut satu pohon mangrove, sehingga ke depannya masyarakat di dusun tersebut diharapakan dapat merawat dengan baik pohon mangrove yang akan ditanam.

Selain dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat Achris Sarwani, acara juga dihadiri Willgo Zainar Anggota Komisi XI DPR RI, Brahmantya Satyamurti Purwadi Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, dan Bupati Lombok Barat yang diwakili oleh Lalu Surapti selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani dalam sambutannya menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang bertajuk “Indonesia Bersih – Satu Mangrove Selamatkan Bumi Kita” itu.

“Tanaman mangrove atau dikenal juga dengan tanaman bakau dapat berperan penting dalam menjaga garis pantai agar tetap stabil. Mengingat, kehadiran populasi pohon dan semak yang ada di hutan mangrove tersebut dapat melindungi tepian pantai dari terjangan ombak langsung yang dapat berpotensi menghantam dan merusak bibir pantai,” ungkap Achris.

Sementara itu Willgo Zainar yang merupakan anggota komisi XI DPR RI, mengapresiasi langkah GenBI dalam menyelamatkan lingkungan. “Kondisi hutan mangrove di Pulau Lombok saat ini sekitar 1,6 ribu Ha (49,7%) yang masih dalam kondisi baik, sedangkan sisanya membutuhkan penanganan yang lebih intensif karena rusak. Kawasan yang akan ditanami mangrove kali ini merupakan Kawasan Ekositem Esensial (KEE) mangrove pertama di Provinsi NTB,” kata Willgo.

Setelah resmi dibuka, kegiatan berlanjut dengan aksi penananaman 3.000 pohon mangrove yang dipandu oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, yang diikuti kurang lebih 200 peserta.

Kegiatan kemudian berlanjut dengan peresmian Menara Pandang bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan oleh Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Brahmantya Satyamurti Purwadi.

Dalam kesempatan itu, Brahmantya Satyamurti Purwadi menyampaikan pesan kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan laut, dan melarang pembuangan sampah plastik di laut.

Melalui aksi penanaman mangrove dan bantuan menara pandang di pesisir pantai ini, diharapkan ke depannya dapat memberikan manfaat untuk menahan abrasi air laut, menyediakan laboratorium alam sebagai tempat penelitian, dan menjadikan daerah ini menjadi salah satu destinasi wisata mangrove unggulan, sehingga ujungnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. (f3)

i

Komentar