fbpx
29.6 C
Mataram
Sabtu, Mei 25, 2019

Tandatangani MoU, Pemprov NTB Siap Kirim 15 Mahasiswa Lanjutkan S2 di Malaysia

- Advertisement -

HarianNusa.Com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) siap mengirim 15 sarjana S1 asal Dompu dan Bima untuk melanjutkan pendidikan jenjang S2 ke Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia mulai Agustus 2019 mendatang. Para awardee yang lolos seleksi pada awal tahun 2019 itu akan menempuh pendidikan Master of Education dan Master of Arts di kampus berumur 96 tahun yang terletak di wilayah negara bagian Perak Malaysia itu.

Kerja sama bidang pendidikan yang tercakup dalam Program Beasiswa 1000 Mahasiswa S2 NTB ke Luar Negeri tersebut, diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) antara Pemerintah Provinsi NTB yang diwakili Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah dan Kepala Biro Kerjasama Setda NTB, Ahmad Nur Aulia, dengan Chancellor UPSI Prof. Dr. M. Dato’ Shatar bin Sabran di Kampus Fakultas Seni dan Musik UPSI, Senin, (25/02/2019).

“Malaysia dan Indonesia termasuk NTB, punya banyak persamaan. Yaitu sama-sama memiliki perbedaan dan kemajemukan di dalam masyarakatnya. Namun dari perbedaan dan kemajemukan itu, Malaysia mampu berkembang dan maju secara harmonis dalam setiap sendi kehidupannya. Termasuk dalam kemajuan sistem dan kualitas pendidikan tingginya,” kata Gubernur Zul dalam sambutannya sebelum penandatanganan MoU.

Menurut Gubernur Zul, salah satu cara untuk bisa mendobrak sekat-sekat perbedaan dan kemajemukan supaya tidak jadi penghambat kemajuan, adalah perubahan paradigma berpikir. Dan untuk berubah atau mengubah paradigma itu, adalah dengan pendidikan. Kalau perlu ke luar negeri untuk memperluas cakrawala berpikir, membangun kepercayaan diri anak-anak muda NTB dalam pergaulan dengan anak-anak muda dari banyak negara di dunia, serta belajar menghargai perbedaan (difference) dan kemajemukan (diversity).

- Advertisement -

“Kerja sama dengan UPSI ini bukan baru kali ini. Sejak 2017 sudah ada program semacam pertukaran pelajar atau program magang para mahasiswa UPSI untuk belajar seni musik, tari dan kebudayaan ke Lombok. Dan dari situ, ketika potensi kerja sama beasiswa pendidikan tingkat Magister dan Doktoral di UPSI terbuka lebar dengan biaya kuliah yang murah tapi berkualitas tinggi, kenapa tidak kita ambil peluang itu?,” lanjut Gubernur.

Potensi besar kerja sama bidang pendidikan itu juga disampaikan oleh Chancellor of UPSI, Prof. Dr. Dato’ M. Shatar bin Sabran saat memberikan sambutan pembukaan. Potensi yang menurutnya berasal dari besarnya jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekira 300 juta orang.

“Sekira 300 juta penduduk Indonesia, dan hingga saat ini baru 6 ribu mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan progam Master dan Doktor di Malaysia. Ini sebuah potensi dan kesempatan besar bagi UPSI untuk membuka pintu lebih-lebar bagi para mahasiswa Indonesia,” terang Dato’ Shatar.

Menurutnya, itu sesuai dengan yang disebutnya sebagai Amanat 2019 dari Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia untuk meningkatkan jumlah mahasiswa internasional yang belajar di UPSI. Apalagi Indonesia dan Malaysia memiliki persamaan dari sisi agama, akar budaya dan etnis, sehingga mejadi salah satu faktor pendorong mudahnya interaksi antar mahasiswa dan proses pembelajaran serta pertukaran pengetahuan juga pengalaman.

Pada tahun 2019, UPSI menempati peringkat 10 kampus terbaik, dari 118 kampus negeri dan swasta di Malaysia. UPSI sendiri memiliki program kuliah tingkat Sarjana, Magister dan Doktoral di bidang Seni dan Humaniora, Ilmu Sosial, Ekonomi dan Bisnis, Bahasa dan Kebudayaan, Teknik Informasi dan Komunikasi serta Sains dan Teknologi.

UPSI menjadi salah satu kampus pilihan tujuan program beasiswa NTB karena biaya pendidikan yang cukup murah namun dengan standar internasional yang cukup tinggi. Dari penjelasan Dekan Fakultas Musik dan Seni Persembahan UPSI, Prof. Madya Zaharul Lailiddin bin Saidon, biaya kuliah per semester untuk program Magister di UPSI setara dengan Rp 7,5 juta per semester atau sekitar Rp 30 juta untuk menyelesaikan kuliah lebih kurang selama 2 tahun. Hal ini didukung oleh biaya hidup per bulan yang setara Rp 4 juta per bulan. Menurut Zaharul, kuota beasiswa untuk mahasiswa NTB terbuka lebar untuk ditambah setiap saat, jika memang tercapai kesepakatan lanjut antar dua belah pihak.

Hingga saat ini, Program Beasiswa 1000 Mahasiswa ke Luar Negeri NTB telah memberangkatkan 46 mahasiswa-mahasiswi ke 3 universitas ternama di Polandia (Collegium Civitas, Vistula University dan University of Warsawa), yang terbagi dalam 2 angkatan. Yaitu 19 mahasiswa angkatan pertama berangkat pada Oktober 2018, dan 27 mahasiswa angkatan pertama yang berangkat 10 Februari 2019. Pada Oktober 2019, kembali akan dikirim para mahasiswa penerima beasiswa ke Warsawa School of Life Sciences dan sejumlah kampus lain di Polandia.

Selanjutnya, Pemprov NTB juga akan mengirimkan 39 lulusan diploma 3 pendidikan keperawatan atau tenaga medis dari 9 Kabupaten/ Kota di NTB untuk melanjutkan studi Strata S-1 ke Chodang University Korea Selatan. Begitu pula beasiswa untuk jenjang S1-S3 ke China, yang sedang dilakukan proses seleksi sejak awal Februari 2019.

Inilah para awardee yang telah lolos seleksi beasiswa program pascasarjana ke UPSI Malaysia pada Agustus 2019 mendatang :
1. Nurul Uyun – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Kala, Donggo, Kabupaten Bima.
2. Juryatina – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Rada, Bolo, Kabupaten Bima.
3. Firdaus – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Talabiu, Woha, Kabupaten Bima
4. Ice Puspitasari – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Waworada, Langgudu, Kabupaten Bima.
5. Isbah – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Ntonggu, Palibelo, Kabupaten Bima
6. Ruwaidah – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Sie, Monta, Kabupaten Bima
7. Mahdin – STKIP Yapis Dompu – Desa Mumbu, Woja, Kabupatan Dompu
8. Usnatul Fitriyah – STKIP Yapis Dompu – Desa Kareke, Dompu, Kabupaten Dompu
9. Sintya Kurniati – STKIP Yapis Dompu – Desa Adu, Hu’u Kabupatan Dompu
10. Bachrizal Bakhtiar D. – STKIP Yapis Dompu – Kelurahan Simpasai, Dompu, Kabupaten Dompu
11. Burhanuddin – STISIP Mbojo Bima – Kelurahan Bada, Dompu, Kabupaten Dompu
12. Tedy Hartadi – STISIP Mbojo Bima – Kelurahan Tanjung, Rasanae Barat Kota Bima
13. M. Anis Fuadi – Universitas Jember – Kelurahan Matakando, Mpunda, Kota Bima
14. Tri Handayani – STKIP Bima – Desa Monta, Monta Kabupaten Bima
15. Muhaimin – STKIP Bima – Desa Sakuru, Monta, Kabupaten Bima. (f3)

Komentar

- Advertisement -

Paling Populer

Potensi Tsunami di Asia, NTB Diperingati Waspada

Berita ini telah diklarifikasi BMKG NTB HarianNusa.com, Mataram – Berdasarkan hasil prediksi skala Asia, di penghujung...

Misteri Telapak Tangan yang Gegerkan Warga Lombok Terpecahkan

HarianNusa.com, Mataram – Misteri jejak telapak tangan di tembok rumah warga di Lombok pasca gempa...

Tak Terima Diputusin, Pria di Lotim Sebar Foto Bugil Kekasihnya

HarianNusa.com, Lombok Timur – Sungguh tak patut ditiru aksi yang dilakukan oleh seorang pria berinisial...

Berita Terbaru

Komentar