fbpx
23 C
Mataram
Selasa, Juni 2, 2020
Update Covid-19 Indonesia
26,940
Total Kasus
Updated on 02/06/2020 12:35 am
Beranda NTB Setelah Mahasiswa, Birokrat Juga Ikut Program Belajar ke Luar Negeri

Setelah Mahasiswa, Birokrat Juga Ikut Program Belajar ke Luar Negeri

HarianNusa.Com – Gubernur NTB melalui Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengatakan tak hanya masyarakat umum, pimpinan instansi di lingkup Pemprov NTB juga didorong untuk memperluas ilmu dan jejaring pergaulan internasional melalui program belajar ke luar negeri. Satu pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini bersiap mengikuti program belajar singkat di Singapura.

Tahun ini, terang Najamuddin, Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH berkesempatan mengikuti program delapan minggu untuk para Eselon I dan beberapa Eselon II dari negara-negara Asia.

Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH
Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH

Wirajaya akan mengikuti program Lee Kuan Yew Senior Fellowship in Public Service di Lee Kuan Yew School of Public Service, Singapura. Program ini akan diselenggarakan dari 14 Oktober hingga 22 November 2019 mendatang

Najamuddin mengatakan, meski berdurasi singkat, namun peminat program ini sangat banyak. Tidak banyak pejabat Eselon I dan II yang bisa terpilih untuk mengikuti program ini. Untuk program kali ini, hanya ada dua orang yang terpilih dari Indonesia.

“Satu sekretaris eksekutif Presiden Joko Widodo. Satu lagi, Pak Wirajaya dari NTB,” ujar Najamuddin dalam siaran persnya di Mataram, Jumat, (14/6/19).

Najamuddin menilai, program ini tidak hanya sekedar menjadi program studi secara akademis. Lebih jauh, program semacam ini juga bisa menjadi ajang untuk memperluas relasi atau jaringan pergaulan internasional bagi para pimpinan institusi di NTB. Sebab, dinamika dunia saat ini, memang membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki jaringan luas.

National University of Singapore

“Untuk bisa bersaing di tengah persaingan global, kita butuh para birokrat yang memiliki jejaring global juga,” imbuhnya.

Selain Wirajaya, lanjutnya, dua pimpinan instansi di NTB juga sedang dipersiapkan untuk mengikuti program ini. Mereka adalah Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, dr. Hamzi Fikri dan Sekretaris Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP, M.Si. Saat ini, dr. Hamzi Fikri bahkan telah masuk daftar tunggu untuk mengikuti program ini.

Najamuddin mengutarakan, sebagai pimpinan daerah, Gubernur NTB juga telah menegaskan komitmennya untuk mendorong pimpinan instansi di NTB agar terus mengembangkan diri melalui program-program semacam ini.

“Gubernur menilai para pimpinan instansi yang diajukan adalah kandidat-kandidat yang oke. Bahkan saat ini, Gubernur sedang mengupayakan agar dr. Hamzi Fikri bisa mengikuti program di batch pertama ini,” pungkas Najamuddin. (f3)

Berita Populer Pekan Ini

Tempat Wisata Sepi, Masyarakat Pulau Lombok Dinilai Faham Anjuran Pemerintah dalam Pencegahan Covid-19

HarianNusa.com, Mataram - Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, SIK, bersama Dandim 1606 WB Kol. Czi Efrijon Khroll memantau situasi kawasan Wisata di...

Sesaot Tetap Kondusif Meski Obyek Wisatanya Ditutup

HarianNusa.com, Lombok Barat - Kepala Desa Sesaot Kecamatan Narmada-Lombok Barat, Yuni Hari Seni menyatakan, penutupan lokasi wisata Sesaot dan sekitarnya adalah salah satu alternatif...

Universitas Mataram Gelar Wisuda Daring di Masa Pandemi Covid-19

HarianNusa.com, Mataram - Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 berdampak terhadap merebaknya wabah virus baru bernama SARS-CoV-2. Menyikapi munculnya virus jenis baru tersebut,...

Gubernur NTB Tegaskan Pembangunan KEK Mandalika Terus Berjalan

HarianNusa.com, Mataram - Pemerintah Provinsi NTB memastikan pembangunan sirkuit MotoGP dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok tetap berjalan. Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah...