fbpx
23 C
Mataram
Senin, Juni 1, 2020
Update Covid-19 Indonesia
26,473
Total Kasus
Updated on 31/05/2020 6:46 pm
Beranda Gaya Hidup Kesehatan Poli Geriatri, Layanan bagi Lansia untuk Mewujudkan NTB Sehat dan Cerdas

Poli Geriatri, Layanan bagi Lansia untuk Mewujudkan NTB Sehat dan Cerdas

HarianNusa.Com – Untuk mewujudkan misi ke-3 NTB sehat dan cerdas yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTB tahun 2019-2023, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya bagi para lanjut usia (lansia) yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara terpadu.

Direktur RSUD Provinsi NTB dr. Lalu Hamzi Fikri mengatakan, populasi lansia diatas 60 tahun diperkirakan akan meningkat cukup tinggi beberapa tahun kedepan. Kelompok usia ini lebih rentan mengalami gangguan kesehatan dibanding usia lain. Sehingga untuk mengakomodir para lansia ini, RSUDP NTB menyediakan layanan geriatri yakni layanan kesehatan khusus bagi para lansia yang mengalami masalah medis lebih dari 1 penyakit.

“Layanan ini diberikan untuk mempermudah para lansia diatas usia 60 tahun untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama jika dibutuhkan pemeriksaan atau pengobatan lanjutan,” katanya dalam siaran pers Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Rabu (04/07/19).

Selama ini, layanan khusus bagi lansia diatas 60 tahun ini sudah dilakukan, namun pasiennya menyebar di seluruh poli. Dimana angka kunjungan pasien selama ini sekitar 30 persen dari total kunjungan.

“Kedepan konsep yang sedang kita susun adalah menyiapkan bangsal khusus di rawat inap dan kita siapkan home visit bagi pasien,” tambah Fikri.

Geriatri sendiri merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran yang mempelajari keadaan-keadaan fisiologis dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan orang-orang lanjut usia dengan fokus pada penuaan dini dan tatalaksana penyakit terkait usia lanjut.

Pasien Geriatri adalah pasien lanjut usia dengan multi penyakit dan/atau gangguan akibat penurunan fungsi organ, psikologi, sosial, ekonomi dan lingkungan yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara terpadu dengan pendekatan Multidisiplin yang bekerja secara Interdisiplin.

Poli geriatri tersebut telah dibuka sejak Senin (01/07). Poli Geriatri ini menjadi salah satu cara bagi RSUDP NTB untuk terus meningkatkan pelayanan kepada lansia.”Pokoknya pengembangan layanan geriatri terus kita tingkatkan,’’ tandasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) RI memproyeksikan pada tahun 2045 Indonesia akan memiliki sekitar 63,31 juta lansia atau hampir mencapai 20 persen populasi. Bahkan, proyeksi PBB juga menyebutkan bahwa persentase lansia Indonesia akan mencapai 25 persen pada tahun 2050 atau sekitar 74 juta lansia.

Pada tahun 2018, persentase lansia mencapai 9,27 persen atau sekitar 24,49 juta orang. Adapun persentase lansia di Indonesia didominasi oleh lansia muda (kelompok umur 60-69 tahun) yang persentasenya mencapai 63,39 persen, sisanya adalah lansia madya (kelompok umur 70-79 tahun) sebesar 27,92 persen, dan lansia tua atau kelompok umur 80 tahun keatas sebesar 8,69 persen.

Sedangkan untuk di NTB sendiri, jumlah penduduk lansia berdasarkan data BPS NTB. Proyeksi Penduduk 2010–2020, NTB memiliki penduduk usia muda (0–14 tahun) sebesar 29,62 persen, penduduk usia produktif (15–59 tahun) sebesar 62,34 persen, dan penduduk usia 60 tahun ke atas di Provinsi NTB sebesar 8,03 persen. (f3).

 

Berita Populer Pekan Ini

Universitas Mataram Gelar Wisuda Daring di Masa Pandemi Covid-19

HarianNusa.com, Mataram - Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 berdampak terhadap merebaknya wabah virus baru bernama SARS-CoV-2. Menyikapi munculnya virus jenis baru tersebut,...

Sesaot Tetap Kondusif Meski Obyek Wisatanya Ditutup

HarianNusa.com, Lombok Barat - Kepala Desa Sesaot Kecamatan Narmada-Lombok Barat, Yuni Hari Seni menyatakan, penutupan lokasi wisata Sesaot dan sekitarnya adalah salah satu alternatif...

Tempat Wisata Sepi, Masyarakat Pulau Lombok Dinilai Faham Anjuran Pemerintah dalam Pencegahan Covid-19

HarianNusa.com, Mataram - Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, SIK, bersama Dandim 1606 WB Kol. Czi Efrijon Khroll memantau situasi kawasan Wisata di...

Pola Pre-Emtif Polri dalam Penanggulangan Radikalisme

H. Lalu Anggawa Nuraksi (Pemerhati Budaya Sasak) Radikalisme dalam Bahasa Indonesia berarti faham yang keras, faham yang tidak mau mengakomodir pendapat orang lain, merasa fahamnya-lah yang...