fbpx
23 C
Mataram
Kamis, Juli 16, 2020
Update Covid-19 Indonesia
80,094
Total Kasus
Updated on 15/07/2020 4:37 pm
Beranda Dompu Para Kades Minta Dibuatkan Pedoman & Standar Honor Kader Posyandu.

Para Kades Minta Dibuatkan Pedoman & Standar Honor Kader Posyandu.

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.Com – Wakil Gubernur Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah bersilaturahmi dengan para Kepala Desa di Dompu, Rabu (21/8/19). Dalam sesi dialog saat itu, para Kades mengusulkan agar Pemerintah Provinsi NTB memfasilitasi mereka dengan peraturan sebagai rujukan hukum dan standar pengalokasian dana desa untuk honor para kader posyandu dan biaya operasional lainnya. Dengan adanya pedoman itu, maka mereka tidak khawatir munculnya permasalahan hukum di kemudian hari.

Hidayat, Kepala Desa Hu’u mengusulkan agar raskin dihapus karena menurutnya itu menjadi beban lain untuk menjeratnya di ranah hukum. Demikian juga Burhanudin Kades Dompu mengusulkan pengalokasian honor untuk kader posyandu keluarga agar dibuatkan peraturannya atau standarnya, dan dananya disiapkan oleh Pemprov NTB sehingga para kades tidak disalahkan secara hukum.

Berbeda dengan dua kades itu, kepala Desa Ringo Woja Dompu, Arifin Abubakar mengungkapkan pihaknya telah menetapkan aturan bahwa untuk wilayah hutan sumber air, telah ditetapkan radius 20 meter tidak boleh dimasuki apalagi dirusaki atau ditebang. Dan masyarakat petani diwajibkan menanam 30 pohon, untuk petani yang naik ke gunung.

- Advertisement -

Para Kades di dompu juga sudah mulai menyediakan honor kader posyandu keluarga. Namun tahun ini besarannya belum sampai Rp.150 ribu, dan mereka berjanji di tahun 2020 mendatang akan dialokasikan sebesar Rp. 150 ribu.

Demikian juga pengelolaan sampah, di Dompu terutama di Desa Ringo telah menggunakan buis susun dua, dan telah tersedia di 80 titik, termasuk pengelolaan sampah plastik. Juga sudah menganggarkan obat-obatan dari alokasi dana desa untuk anggaran kesehatan. Serta pada tahun 2018 sudah dilaksanakan pengadaan ambulance gratis.

Menanggapi masukan dan keluhan para Kades tersebut, Wagub menjelaskan bahwa posyandu keluarga akan menjadi pusat pemeriksaan bayi hingga lansia, termasuk dapat mengatasi pendewasaan usia perkawinan, narkoba serta buruh migran ilegal.

Wagub berharap dari APBDes dapat dianggarkan honor kader Rp.150 ribu perbulan untuk mendorong kader agar lebih aktif lagi.

“Fasilitas posyandu harus diperhatikan,” pinta orang nomor dua di NTB itu. (f3)

 

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Universitas Warmadewa Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021, 4 Program Studi Baru Siap Cetak Tenaga Kerja Profesional

HarianNusa.Com, Denpasar - Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Bali dan Indonesia timur, Universitas Warmadewa (Unwar) di tahun 2020 kembali membuka pendaftaran...

Tahun 2020, TNI AD Rekrut 17.264 Prajurit, Yuk Daftar!!

HarianNusa.Com, Jakarta - Tahun 2020 TNI AD menambah alokasi rekrutmen (penerimaan) prajurit menjadi 17.264 orang. Selain itu prosedurnya juga relatif lebih mudah dan materi...

Pemerintah Provinsi Siapkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Sembako Gemilang.

Mataram - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, melakukan telekonferensi dengan Kapolda NTB, Danrem...

Peduli Dampak Ekonomi Pandemi Covid-19, Universitas Mataram Berikan Keringanan UKT

HarianNusa.com, Mataram - Sebagai wujud rasa empati dan kepedulian terhadap dampak ekonomi Pandemi Covid 19, Univeritas Mataram atau Unram memberikan keringanan biaya bagi mahasiswanya....
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia