More
    BerandaNTBIsvie Tak Intervensi Pilkada Kota Mataram

    Isvie Tak Intervensi Pilkada Kota Mataram

    HarianNusa.Com – Tahun 2020 mendatang Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang akan menggelar Pilkada serentak. Tujuh kabupaten/kota di NTB yang akan mengikuti perhelatan tersebut yakni

    Kabupaten Lombok Utara, Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Mataram.

    Untuk Pilkada Kota Mataram sendiri, sejumlah nama bakal calon sudah mulai bermunculan salah satunya H. Baehaqi. Figur baru dalam dunia perpolitikan ini akan mewarnai perhelatan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kota Mataram 2020 mendatang.

    Menanggapi isu majunya H. Baehaqi di dunia perpolitikan (Pilkada Kota Mataram) dengan mendaftarkan diri sebagai calon bakal calon Walikota Mataram di Partai Golkar, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, Ketua DPRD Provinsi NTB dari Fraksi Partai Golkar yang juga merupakan mertua dari H. Baehaqi sendiri berpendapat bahwa siapapun warga Kota Mataram dan sekitarnya berhak mendaftarkan diri sebagai Walikota/Wakil Walikota Kota Mataram. Namun demikian, lanjutnya, Partai (Golkar) mempunyai mekanisme sendiri dalam menentukan figur yang dianggap memenuhi kriteria untuk maju.

    "Ada aturannya jika maju menjadi calon, Ada hasil survey nya, bagus ga elektabilitasnya. Dan ada persyaratan lain," ungkapnya saat diwawancara di Ruang Kerjanya, Rabu, (20/11).

    Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa mendaftar di Partai Golkar disamping mempunyai loyalitas, elektabilitas, dedikasi, kemampuan, juga harus punya isi tas (modal).

    "Karena menjadi calon Walikota/Wakil Walikota tidak cukup hanya mempunyai loyalitas dan elektabilitas tetapi juga harus mempunya kemampuan secara financial. Bertemu dengan masyarakat tidak cukup hanya dengan bertatap muka tetapi kita juga butuh biaya, biaya saksi, biaya survey. Mohon maaf, tapi ini kita bukan membayar ya, sekali lagi mohon maaf ya?," ujarnya.

    Dikatakan Isvie, tidak ada mahar di Partai Golkar tetapi Golkar mensyaratkan yang mendaftarkan diri di Partai Golkar harus siap secara finansial untuk membesarkan dirinya sebagai calon.

    Diakui Isvie bahwa dirinya tidak pernah diberitahukan terkait pencalonan menantunya (H. Baehaqi) itu sebagai bakal calon Wakil Walikota. Ia juga mengaku tidak mengintervensi terkait hal tersebut karena itu sudah menjadi ranah DPC Partai Golkar Kota Mataram.

    "Apalah artinya saya di Kota (Mataram) karena saya tidak mempunyai basis di Kota yang akan membuat saya bisa bergerak. Siapa yang kenal saya di Kota?, tidak ada. Lalu kemampuan saya meloby pusat sejauh mana?," ungkapnya sembari bertanya.

    Menurutnya dia tidak mempunyai wewenang untuk memutuskan dalam menentukan bakal calon yang mendaftar di Partai Golkar karena untuk menentukan kandidat balon di Partai Golkar ada ketua partai, ketua OKK, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Tim seleksi tingkat nasional.

    "Tidak mungkinlah saya bisa meloby atau mempengaruhi orang Kota (Mataram) untuk memilih anak saya. Kecuali di Lombok Timur mungkin masih bisa karena saya orang Lombok Timur," ujarnya.

    "Kita serahkan saja sama orang yang bersangkutan, tentu sudah difikirkan secara matang, ini kan bukan anak kecil lagi yang harus kita suapi. Kalau dia merasa mempunyai kemampuan untuk maju ya silahkan," pungkasnya.

    Sementara H. Baehaqi saat dihubungi via WhatsApp oleh ibu Isvie mengatakan serius mencalonkan diri di Pilkada Kota Mataram. Ia mengaku sudah mendaftar di beberapa partai seperti Partai Golkar, PAN, dan Nasdem serta sudah mendirikan posko pemenangan. (f3)

    Redaksihttps://hariannusa.com
    Redaksi HarianNusa.com
    spot_img

    Baca Juga

    spot_img
    error: Content is protected !!