fbpx
23 C
Mataram
Senin, Oktober 26, 2020
Update Covid-19 Indonesia
392,934
Total Kasus
Updated on 26/10/2020 9:53 am
Beranda NTB Terobosan dari Desa cara Unik Mengembangkan Pariwisata di Tengah Pandemi

Terobosan dari Desa cara Unik Mengembangkan Pariwisata di Tengah Pandemi

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Magelang – Nusa Tenggara Barat memiliki panorama alam yang tidak kalah menarik dari daerah lain. Hal ini terbukti dengan masuknya Lombok sebagai destinasi wisata terpopuler Asia 2020. Para wisatawan baik domestik maupun mancanegara banyak yang berkunjung ke destinasi-destinasi wisata yang ada di NTB.

Namun, pandemi Covid-19 ini membuat Pariwisata di NTB sempat mengalami keterpurukan karena menurunnya jumlah pengunjung. Ditengah lesunya sektor pariwisata ini, para pihak melakukan berbagai langkah strategis dalam menggairahkan kunjungan, salah satunya dengan belajar ke daerah lain yang di tanah air yang mulai menggeliat pariwisatanya. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi provinsi yang dituju mengingat kunjungan wisata domestiknya cukup bagus.

"Setelah kita lihat Svarga Bumi yang ada di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah yang luar biasa penuh Inovasi dari masyarakat, pemerintah maupun pihak ketiga dari kalangan swasta. Sehingga kenapa tidak jika kita minta kepada kepala desa yang ada di NTB yang lahan pertaniannya produktif mengajak warganya untuk bangun seperti ini," untkap Lalu Satriawandi, salah seorang anggota DPRD NTB, di sela-sela kunjungan ke Desa Wisata Svarga Bumi, Kamis, (15/10).

- Advertisement -

Menurutnya, ditengah Pandemi Covid-19 yang tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir, maka kreativitas dan inovasi dari desa sangat diperlukan. Pemerintah dalam hal ini juga mendorong serta memberikan suport agar masyarakat di desa sehingga mau berinovasi dalam berusaha dan memanfaatkan lahan-lahan yang dimiliki di masing-masing desa.

"Maka penggarap maupun pemilik lahan sama-sama menghasilkan dan memperoleh manfaat melalui desa wisata," paparnya.

Ia mengatakan, alam Lombok maupun NTB secara umumnya sangat mendukung. Bahkan dari sisi perkebunan dan pertanian sangat menjanjikan serta indah dan elok. Pihaknya mengaku jika alam yang sangat indah di NTB memberi daya tarik sendiri sehingga promosi melalui media sosial dan lainnya harus terus ditingkatkan.

Sementara itu, H. Ruslan Turmuzi yang juga anggota DPRD NTB menegaskan, jika alam di Lombok sangat indah. Tapi selama ini bagian promosi di Dinas Pariwisata NTB lebih banyak mempromosikan kawasan-kawasan yang bersifat internasional tidak bermain di lokal. Padahal, kata dia, jika melihat kondisi saat ini, wisata domestik lebih besar potensi tingkat kunjungannya.

"Katakanlah sekarang kita mempromosikan yang namanya Kuta Mandalika kemudian Kawasan Ekonomi Khusus dan lainnya berupa promosi berskala internasional yang dibuat oleh pemerintah pusat. Tapi daerah kita ini mestinya menjaring wisatawan-wisatawan lokal dan domestik," ujarnya.

Ruslan mengungkapkan, kreativitas dan inovasi dalam hal ini sangat penting dalam menggairahkan serta menggenjot ketertarikan wisatawan untuk berkunjung. Menurutnya, spot-spot desa yang memiliki daya dukung wisata harus digerakkan sehingga mampu menjadi daya tarik tersendiri.

Sebelumnya Camat Borobudur, Joni Indarto mengatakan bahwa geliat kunjungan pariwisata di wilayahnya sudah mulai terlihat. Dia mengungkapkan, dibukanya kunjungan wisata ke Borobudur berdampak terhadap tempat wisata lainnya baik yang dikelola oleh desa maupun masyarakat.

Pembukaan kunjungan pariwisata di masa pandemi ini dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan Covid 19 sehingga wisatawan aman dan sehat.

"Kita mematuhi terkait dengan kebijakan yang diambil pemerintah kabupaten Magelang. Selama pengelola tempat wisata itu mematuhi protokol kesehatan Covid 19 ya tetap membuka atau bisa menyelenggarakan kegiatan pariwisata dengan ijin yang dikeluarkan oleh ketua gugus tugas kabupaten Magelang dalam hal ini bapak bupati. Termasuk Candi Borobudur pun kalau mereka mau menambah terkait dengan jumlah wisatawan yang datang setiap hari harus persetujuan dari pak bupati," tegasnya.

Menjaga diri, keluarga dan lingkungan penting dikedepankan sehingga aktivitas kepariwisataan akan berjalan meski ditengah Corona, karenanya penerapan protokol kesehatan merupakan langkah yang harus dilakukan agar bisa tetap produktif di masa Pandemi Covid-19. . (f*)

Ket. foto:

1. Anggota DPRD Provinsi NTB, H. Lalu Satriawandi saat berkunjung ke destinasi wisata Svargabumi.
2. Anggota DPRD Provinsi NTB, H. Ruslan Turmuzi. (HarianNusa.com/f3)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Lewat Kulineran Khas Tradisional, SALAM Jilbab Ijo ajak Warga Samawa – Mbojo Ciptakan Mataram Berkah Cemerlang

HarianNusa.com, Mataram - Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2 , Hj. Putu Selly Andayani dan TGH. Abdul Manan (SALAM)...

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Telah Diresmikan, Kini Warga Poan Bisa Beribadah di Masjid Ibadurrahman

HarianNusa.com, Lombok Barat - Masjid Hidayatullah yang dibangun pada tahun 1993 yang berlokasi di Dusun Poan Selatan, Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia