fbpx
23 C
Mataram
Minggu, Februari 28, 2021
Update Covid-19 Indonesia
1,329,074
Total Kasus
Updated on 28/02/2021 6:11 am
Beranda Lombok Utara Pasca Gempa, Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan masih Prioritas Utama

Pasca Gempa, Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan masih Prioritas Utama

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, KLU – Fasilitas sekolah dan kesehatan merupakan kebutuhan yang menjadi hak dasar masyarakat, sehingga ketersediaan sarana dan prasarananya merupakan tanggung jawab bersama.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., yang diwakili Kepala Bappeda, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si., Senin (25/01), di SMKN 1 Pemenang Lombok Utara, meresmikan Rehabilitasi Rekonstruksi Pendidikan dan Kesehatan Pasca Bencana Gempa Bumi 2018, melalui Proyek UNDP-PETRA.

Awal 2021 ini, melalui proyek kerjasama tersebut, pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan akan diawali dengan bangunan SMKN 1 Pemenang. Selanjutnya akan dibangun juga 3 fasilitas pendidikan di SMKN 1 Tanjung, SMKN 1 Gangga dan SMKN 1 Kayangan. Selain fasilitas pendidikan, juga dibangun 10 unit fasilitas kesehatan di KLU, Kabupaten Lombok Timur dan di Kabupaten Lombok Barat.

- Advertisement -

Menurut Amry, pembangunan yang dilaksanakan UNDP-PETRA ini merupakan kebutuhan dasar yang menyangkut hajat hidup masyarakat pasca gempa di NTB.

“Program UNDP-Petra selama ini memprioritaskan pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan untuk melayani kebutuhan dasar masyarakat,”kata Kepala Bappeda Provinsi NTB tersebut.

Lebih jauh dijelaskan Amry ,bahwa pembangunan yang terencana dan terukur seperti yang sedang dibangun saat ini, merupakan sinergi dan kerja sama seluruh komponen, baik Pemerintah Pusat, Pemrov. NTB, Pemda Kabupaten/Kota, TNI/Polri dan didukung bersama oleh masyarakat.

“Gubernur NTB sangat mengapresiasi dan menghargai kebersamaan dalam membangun fasilitas yang dibutuhkan masyarakat setempat. Terima kasih Bappenas, BNPB, Dikbud NTB, UNDP-Petra, TNI/POLRI, Pemkab KLU dan Lotim dan seluruh masyarakat yang terlibat selama dua tahun terakhir ” tuturnya.

Amry juga berpesan agar masyarakat dapat ikut dan turut serta mengawal dan memantau pembangunan. Karena sesuai rencana, pembangunan fasilitas SMKN 1 Pemenang dapat diselesaikan dalam enam bulan kedepan.

“Harapan kita bersama, semester ganjil, proses belajar mengajar sudah dapat berlangsung dibulan Juni atau Juli,” tutur pria yang juga menamatkan S-2 nya di ITB.

Sophie Kemkaszhe, Deputy Representative Residence UNDP Indonesia mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam proses rehab rekon. Menurutnya, hal ini menjadi hal utama dalam percepatan pemulihan pembangunan di KLU. Begitu pula dengan keterlibatan perempuan dalam pembangunan rehab rekon. Selain mempercepat proses fisik, partisipasi masyarakat ini turut mempercepat sosial ekonomi masyarakat agar segera pulih dari bencana.

“NTB ini unik, pertumbuhan ekonomi cepat pulih karena infrastruktur cepat terbangun untuk menunjang kegiatan masyarakat. Kalimat ‘cobaq juluq baruq ngalahang’ adalah simbol semangat masyarakat KLU,” ujar Sophie melalui daring.

Pihaknya berharap, akan makin banyak proyek UNDP yang berkelanjutan di Indonesia dan NTB karena partisipasi warga yang tinggi.

Sementara itu, Kepala Dikbud Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqon, menjelaskan bahwa program kerja sama ini merupakan salah satu bentuk komitmen dan keseriusan Gubernur NTB untuk mempercepat pemulihan sarana prasaran dasar pendidikan dan Kesehatan pasca gempa.

“Ini merupakan komitmen dan keseriusan Gubernur untuk mengutamakan fasilitas dasar masyarakat,” kata Aidy Furqon.

Dari pihak sekolah, Pembangunan sarana sekolah yang memadai ini, disambut baik dan ditunggu oleh Kepala SMKN 1 Pemenang KLU, Aswidah Windarti Ningsih, S.Pd., bersama seluruh warga sekolahnya.

Diakui Aswidah, bahwa pasca gempa usai rehab rekon dan trauma healing, sekolah tetap menyelenggarakan proses belajar mengajar. Walaupun dengan bangunan sekolah darurat.

“Kami merasa senang dengan adanya bangunan baru yang akan dibangun ini, nanti tidak lagi belajar disekolah sementara,” kata kepala SMKN 1 Pemenang.

Selain itu ia menjelaskan, dimasa Covid-19, pihak sekolah menerapkan sistem belajar BDR/Belajar Daring kepada 486 siswa. Membagi waktu belajar dengan 2 sesi dan 3 jam belajar. Dalam satu kelas yang normalnya 36 siswa, dibagi jadi 2 kelas menjadi 18 siswa dalam satu kelas.

“Tetap kami terapkan protokol Covid-19 disekolah,” tutupnya.

Kegiatan ini disaksikan secara virtual oleh Deputi Pembangunan Regional Bapenas, perwakilan BNPB, Perwakilan Bank Jerman, perwakilan UNDP-PETEA Indonesia. Hadir pula secara langsung Asisten 1, Asisten 2 Setda Provinsi NTB, Staf Ahli Gubernur, BPBD Provinsi NTB, Forkopimda Kabupaten KLU,toko masyarakat dan agama KLU. (*)

- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Pemkab Lobar Menangkan Sengketa Lahan Puskesmas dan Pasar Seni

HarianNus.com, Lombok Barat - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kembali memenangkan sengketa aset daerah. Kali ini pemkab Lobar menang atas sengketa lahan puskesmas dan pasar...

Puluhan Wartawan di NTB Ikuti UKW

HarianNusa.com, Mataram - Puluhan wartawan dari berbagai media baik online, cetak, dan radio di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia