fbpx
23 C
Mataram
Jumat, September 17, 2021
Update Covid-19 Indonesia
4,181,309
Total Kasus
Updated on 17/09/2021 8:38 am
BerandaNTBWaspada Daerah Rawan Bencana di Musim Hujan

Waspada Daerah Rawan Bencana di Musim Hujan

- Advertisement -
- Advertisement -

HarianNusa – Hasil analisis BMKG menyebut jika saat ini beberapa wilayah di Indonesia, terpantau adanya pergerakan Madden Julian Oscillation (MJO) yang dapat berkotribusi terhadap proses pembentukan awan hujan. Masyarakat juga perlu mewaspadai perubahan kondisi cuaca dalam menjalan aktivitasnya.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Bandara Interbasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Joko Raharjo dan Ari Wibianto dalam kererangannya pada hari Minggu (12/9/2021) menjelaskan kondisi fisis dinamika atmosfer yang berpitensi menyebabkan hujan, khususnya yang terjadi beberapa hari ini di wilayah NTB.

Kondisi suhu muka laut di sekitar wilayah NTB, saat ini terpantau berada pada kategori hangat dan ditambah dengan kondisi kelembaban udara yang signifikan pada lapisan permukaan hingga atas yang cukup lembab. Berdasarkan kondisi tersebut, terdapat peluang terjadinya hujan di wilayah NTB.

- Advertisement -

Anomali OLR juga menunjukkan wilayah konveksi basah terjadi di wilayah Indonesia tengah, sehingga menyebabkan peluang terjadinya awan hujan.

"Masyarakat dan stakeholder perlu mewaspadai kondisi cuaca yang dapat menimbulkan kerugian terhadap aktivitas, baik terkait aktivitas penerbangan maupun masyarakat secara umum," kata Joko Raharjo.

"Kami juga menghimbau bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor agar lebih meningkatkan kewaspadaan, serta dapat memantau informasi peringatan dini cuaca ekstrim dan prakiraan cuaca dari Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid Lombok," imbuhnya.

Lebih lanjut djelaskannya juga tentang indikator OLR adalah radiasi elektromagnetik yang dipancarkan dari bumi dan atmosfernya ke angkasa dalam bentuk radiasi termal.

Sementara MJO merupakan aktivitas intra seasonal yang terjadi di wilayah tropis yang dapat dikenali berupa adanya pergerakan aktivitas konveksi yang bergerak ke arah timur dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik yang biasanya muncul setiap 30 sampai 40 hari.

"MJO dan OLR ini termasuk dua dari beberapa macam indikator yang kami gunakan untuk menganalisis kondisi cuaca," ungkapnya.

Reporter: Hari
Foto: ilustrasi kondisi hujan

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

- Advertisment -