Selasa, Mei 21, 2024
spot_imgspot_img
BerandaNTBPemprov NTB Tetap Anggarkan Beasiswa 2024 untuk Penyelesaian Studi

Pemprov NTB Tetap Anggarkan Beasiswa 2024 untuk Penyelesaian Studi

- Advertisement - Universitas Warmadewa

HarianNusa, Mataram – Pemerintah Provinsi NTB tetap mengalokasikan anggaran untuk beasiswa dalam APBD 2024. Anggaran ini akan digunakan untuk membiayai penyelesaian studi mahasiswa yang masih menempuh pendidikan di berbagai negara.

Penjabat Gubernur NTB, H. Lalu Gita Ariadi memastikan jika mahasiswa yang saat ini memperoleh beasiswa ke luar negeri tetap mendapatkan anggaran pendidikan hingga tuntas. Karenanya masyarakat di daerah ini tidak perlu khawatir terkait beasiswa keluar negeri tersebut.

Ia menegaskan bahwa sekda dan asisten setda NTB melakukan evaluasi dimana ketika program seribu cendikia masuk didalam RPJMD sudah melampaui target.

“Kenapa dia masuk menjadi RPJMD karena itu kebijakan dan itu disampaikan oleh pak gubernur sebelumnya dalam kampanye-kampanye politik. Walaupun awalnya pak gubernur menyampaikan bahwa sumber dari beasiswa mengirim itu sumber pendanaannya dari CSR tapi faktanya kita akhirnya memakai APBD, tidak ada salah dalam hal itu karena itu kebijakan,” ujarnya, Senin (20/11/2023).

“Sekarang kan saya tidak ada kampanye didalam menuangkan RPD 2024 ini. Kan tadi harapannya ada penyehatan APBD sehingga temen-temen secara tehnokratik menyisir mana-mana yang perlu dan tidak perlu,” sambungnya.

Tapi sebentar lagi, lanjutnya, sebagai ikhtiar dalam waktu dekat akan ada Pameran Bursa Pendidikan dan Beasiswa yang digelar oleh Lembaga Bahasa, Brida dan Unram dari lima provinsi se-Indonesia sebagai daerah ketempatan. Kegiatan ini menjadi ajang memberikan informasi sebesar-besarnya kepada masyarakat, anak didik di daerah ini untuk bisa mengakses kesempatan belajar keluar negeri dengan program beasiswa.

“Kami sudah diskusikan dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB karena kewenangan kita di SMA/SMK sehingga siswa-siswa kita bisa sekolah ke semua penjuru dunia. Bila perlu kelas 3, penguatan kemampuan bahasa inggris, bagaimana dia mengakses ToPEL yang baik sehingga program beasiswa yang ditawarkan oleh Bappenas kemudian lembaga-lembaga pendidikan dunia dan sebagainya bisa diakses oleh mahsiswa dan siswa kita, itu saya dorong,” paparnya.

Sebelumnya, Asisten Administrasi dan Umum Setda Provinsi NTB H. Wirawan Ahmad, S.Si, MT menyatakan, total ada 164 mahasiswa NTB yang masih menempuh pendidikan di luar negeri.

Di Malaysia masih ada 125 orang, di Polandia 25 orang, Di Cekosowakia 5 orang dan di Taiwan 2 orang. Sampai mereka lulus Pemprov NTB tetap mengalokasikan biaya pendidikan dan living cost untuk penerima beasiswa.

"Insya Allah Tahun 2024 semua anak-anak kita menyelesaikan studinya," ujarnya.

Menurut Wirawan, kebijakan untuk menghentikan pengiriman penerima beasiswa yang baru ke luar negeri, sesungguhnya telah dimulai dari Tahun 2023. Alasannya sederhana, program unggulan dalam RPJM 2018-2023 ini sudah jauh melampaui target kinerja yang ditetapkan dalam RPJM. Dalam RPJM, targetnya hanya 1000 mahasiswa penerima beasiswa luar negeri dan dalam negeri. Realisasinya sekarang sudah melebihi 5000 penerima beasiswa.

Untuk beasiswa umum (ke luar negeri) sudah terealisasi 780 Mahasiswa. Untuk beasiswa dalam negeri sudah 4000an lebih. Beasiswa Dalam negeri ini meliputi beasiswa stimulan unggulan dan beasiswa stimulan kerjasama jelas Wirawan.

Itulah sebabnya, dalam Rencana Pembangunan Daerah 2024-2026 yang menjadi rujukan penyusunan APBD 2024, anggaran untuk pengiriman yang baru tidak dialokasikan, yang ada hanya anggaran untuk membiayai mahasiswa yang masih menempuh studi.

Walaupun demikian, Pemerintah Provinsi NTB tetap melakukan pengiriman beasiswa luar negeri Tahun 2023 dan kedepannya untuk program yang tidak dibiayai APBD. Kerjasama yang sudah berjalan adalah beasiswa S1 ke Malaysia.

"Tahun 2023 ini akan kita kirim 33 Mahasiswa. Tahun depan kita harapkan lebih besar lagi. Program seperti ini sebenarnya yang ideal. Pemprov NTB menjadi fasilitator sehingga lebih banyak lagi anak-anak kita yang mendapatkan beasiswa dari berbagai funding sehingga tidak lagi menggunakan APBD," sebutnya.

Bentuk fasilitasi yang diberikan Pemprov NTB adalah dengan membuka jaringan kerjasama dengan negara, perguruan tinggi dan lembaga yang memiliki program beasiswa. "Kita bantu mahasiswa kita untuk meningkatkan kompetensi sehingga bisa memenuhi kriteria terutama standar kemampuan bahasa inggrisnya. Strategi seperti ini akan lebih efisien dan lebih memungkinkan kita mengirim lebih banyak lagi anak-anak berprestasi dari NTB," tandasnya.

Wirawan menyebutkan bahwa upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas SDM tetap menjadi komitmen PJ Gubernur NTB Drs, H.Lalu Gita Ariadi. Hal ini menjadi keharusan karena ikhtiar peningkatan SDM menjadi salah satu tujuan dan indikator kinerja utama yang menjadi rujukan PJ Gubernur dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan dan pembangunan. (HN3)

RELATED ARTICLES
spot_img
Selasa, Mei 21, 2024
- Advertisment -spot_img

Populer Pekan ini

Selasa, Mei 21, 2024
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Banyak Dibaca

- Advertisment -