HarianNusa, Mataram — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) menggelar Workshop Pemanfaatan Aplikasi Daerah yang mencakup pengenalan dan implementasi Single Sign On (SSO), Content Management System (CMS), serta Portal Layanan Daerah. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB ini diikuti oleh perwakilan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi NTB serta tim teknis pendukung dari Bidang PTIK Dinas Kominfotik NTB.
Workshop dipimpin oleh Yasrul, S.Kom., M.Eng., dengan menghadirkan pemateri dari internal Dinas Kominfotik NTB, yaitu Eky Galih Gunanda yang menyampaikan materi CMS dan Romi Choirudin yang memaparkan materi SSO.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Kepala Dinas Kominfotik NTB, H. Yusron Hadi, S.T., M.UM., dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong transformasi digital secara menyeluruh di lingkungan birokrasi.
“Kami akan mengintegrasikan seluruh website dan aplikasi perangkat daerah ke dalam Portal Layanan Daerah Terintegrasi yang sedang dibangun. Targetnya, portal ini dapat diluncurkan sebelum 17 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Provinsi NTB,” ujarnya.
Hingga saat ini, tercatat 165 aplikasi pemerintah daerah telah dikembangkan, terdiri atas 48 aplikasi layanan administrasi pemerintahan dan 117 aplikasi layanan publik. Sebanyak 27 aplikasi direncanakan akan diintegrasikan ke dalam portal layanan tahun ini. Target selanjutnya, integrasi juga akan mencakup layanan pemerintah kabupaten/kota di seluruh NTB.
“Kita harus memberikan dukungan penuh terhadap 10 program strategis Provinsi NTB untuk 10 tahun ke depan, dengan sinergi kuat melalui tata kelola pemerintahan digital,” tambahnya.
Materi tentang Content Management System (CMS) NTB disampaikan oleh Eky Galih Gunanda yang menjelaskan bahwa CMS merupakan platform manajemen konten terpadu yang dikembangkan untuk memperkuat ekosistem digital pemerintah daerah. CMS NTB dirancang customizable, aman dari serangan siber, dan sesuai dengan standar PPID NTB. Fitur utamanya meliputi manajemen konten dan media terpadu, multi-template dan tema fleksibel, storage terpusat (S3), user management, serta sistem navigasi dan backup otomatis. CMS juga memiliki fitur tambahan seperti post, pages, event, galleries, sliders, related links, employee management, hingga PPID module.
“Manfaat CMS bagi pemerintah daerah antara lain efisiensi kerja, penghematan biaya, kedaulatan digital, dan keterbukaan informasi publik,” jelas Eky. Dari 49 OPD di lingkup Pemerintah Provinsi NTB, baru 10 OPD yang telah menggunakan CMS NTB. Sisanya diharapkan segera beralih melalui prosedur yang telah disiapkan oleh tim teknis PTIK.
Sementara itu, Romi Choirudin menyampaikan materi mengenai implementasi Single Sign On (SSO) NTB, yaitu sistem autentikasi terpusat yang memungkinkan pengguna cukup melakukan satu kali login untuk mengakses berbagai aplikasi pemerintah daerah. SSO NTB telah terintegrasi dengan 20 aplikasi dan melayani 13.891 pengguna dengan empat kategori peran, yaitu Administrator, Developer, Employees, dan Public. Sistem ini menggunakan standar keamanan OAuth2 dan dikembangkan dengan teknologi PHP, MySQL, Laravel, dan Laravel Passport. “Dengan SSO, ASN tidak perlu lagi berulang kali login di berbagai aplikasi seperti e-SAKIP, Layanan TIK, atau sistem kepegawaian. Semua sudah otomatis terautentikasi,” terang Romi.
Sesi diskusi interaktif menghadirkan sejumlah pertanyaan dan masukan dari peserta, di antaranya perwakilan RSUD Provinsi NTB dan Biro Organisasi. Beberapa isu yang dibahas meliputi migrasi data CMS dan analisis kompatibilitas database, fitur aksesibilitas (disabilitas) pada CMS yang telah tersedia, autentikasi berbasis NIK pada SSO yang akan segera dikembangkan, serta keterbatasan SDM teknis OPD yang akan difasilitasi melalui pendampingan langsung oleh tim PTIK Kominfotik NTB.
Workshop ini menjadi langkah nyata Dinas Kominfotik NTB dalam memperkuat transformasi digital pemerintahan daerah, sekaligus memastikan seluruh OPD mampu beradaptasi dengan teknologi yang terintegrasi, aman, dan efisien. Kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh peserta di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, sebagai simbol kolaborasi menuju tata kelola pemerintahan berbasis digital di Provinsi Nusa Tenggara Barat. (F3)
Ket. Foto: Kepala Dinas Kominfotik NTB, H. Yusron Hadi, S.T., M.UM.
Sumber: Diskominfotik NTB



