BerandaHeadlineTerimakasih Telah Menjadi Teman dalam Suka dan Duka

Terimakasih Telah Menjadi Teman dalam Suka dan Duka

HarianNusa.com, Mataram – Setiap pertemuan tentu memiliki akhir, begitu pula dengan masa kepemimpinan Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB). Tinggal menghitung hari lagi, Gubernur NTB terpilih Dr Zulkieflimansyah dilantik. Dengan begitu, masa jabatan TGB berakhir.

Tentu banyak masyarakat Lombok yang belum move-on dengan gaya kepemimpinan TGB. Sosok muda, cerdas dan religius ini masih selalu melekat di hati banyak orang. Terlebih lagi, hadirnya TGB di tengah korban bencana gempa bumi akhir-akhir ini, membuat sangat sulit menerima kenyataan bahwa 10 tahun bersama TGB telah berlalu.

Gubernur baru akan dilantik sesuai jadwal yang ditetapkan KPU pada 17 September 2018. Meskipun ada wacana Mendagri untuk mengundur pelantikan ke tanggal 27 September 2018.

Meskipun banyak polemik yang mewarnai masa kepemimpinan TGB, namun di penghujung kepemimpinannya setidaknya mendapat kado perpisahan terbaik. TGB berada di tengah bencana bersama rakyatnya. TGB ada di saat rakyatnya tengah menerima musibah, saat rakyatnya membutuhkan sentuhan tangannya dan rakyatnya tentu berterimakasih.

TGB merupakan manusia biasa yang juga memiliki rasa takut dengan bencana ini. Namun, wajah lesu itu tidak pernah memancarkan aura ketakutan. Semua itu dilakukan agar rakyatnya dapat tenang, seakan dia berkata pada korban gempa, “kamu tidak sendiri, ada saya bersamamu.”

Tidak banyak yang mengetahui, putri TGB juga terluka saat gempa susulan bermagnitudo 6,2. Gadis kecil itu tertimpa reruntuhan dapur umum. Namun, lagi-lagi TGB tidak memancarkan raut wajah ketakutan pada warga korban gempa.

Soal politik lain lagi, ketika TGB digadang-gadang akan mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019, namun haluan politik berubah. Mungkin rasa kekecewaannya seketika itu lenyap saat datangnya “si 7 skala richter.”

Terkadang, dalam suatu momen, kita dapat melihat wajah itu tertunduk lelah. TGB, tentu tidak ingin perpisahannya di tengah alam yang tak bersahabat saat ini, di tengah warganya menahan dingin dan terik di tenda pengungsian. Namun, inilah garis hidup. Di akhir kata, kita hanya mampu bertutur, “terimakasih TGB, telah menjadi teman dalam suka dan duka kami.” (sat)

spot_img

Baca Juga