TGB Tegur Pengurus Ponpes di Bima Yang Tidak Mengibarkan Bendera Merah Putih

56
TGB bersama pengurus Ponpes AL-Madinah Sedang memasang bendera merah putih
TGB bersama pengurus Ponpes AL-Madinah Sedang memasang bendera merah putih

HarianNusa.com, Bima – Gubernur NTB Dr. TGH. M Zainul Majdi, MA atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) menegur pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Madinah Desa Bolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima yang tidak mengibarkan bendera merah putih. Selasa, (11/7).

Menurut TGB, mengibarkan bendera merah putih merupakan simbol untuk menghargai perjuangan para pahlawan, termasuk di dalamnya adalah ulama. Dan mengibarkan bendera merah putih sembari menghormatinya sama sekali tidak bertentangan dengan syariat Islam.

“Mereka dulu berjuang bersama sama, membentuk laskar laskar untuk mengusir penjajah. Inilah simbol istiklal merdekanya kita, yakni kembali ke fitrah, kembali kepada kebaikan dan kembali kepada kebenaran,” tegasnya.

Hal itu terjadi ketika TGB dalam kunjungannya ke madrasah tersebut, hendak memeriksa ruang kelas dan asrama, TGB begitu terkejut melihat tiang bendera yang ada di halaman sekolah tanpa tali dan bendera. Hal yang menandakan kalau madrasah tersebut tidak pernah mengibarkan bendera merah putih layaknya lembaga pendidikan pada umumnya. Menyaksikan hal itu, TGB lantas meminta bendera kepada pengurus Madrasah dan memerintahkan pengibaran bendera secara bersama-sama.

Setelah meminta pengurus Ponpes mengambil bendera, TGB kembali menegaskan bahwa mengibarkan dan menghormati bendera bukan berarti tindakan pengkultusan, melainkan salah satu cara mengenang, menghargai dan menghormati usaha pejuang dalam merebut kemerdekaan.

“Ini simbol dari perjuangan para ulama pendahulu kita. Tidak ada sama sekali maksud untuk disembah, tauhid kita tetap kuat,” tegasnya. (sta)

iklan[/caption]</div>        </div>


        <footer>
                        
            <div class=