Komunitas Pemuda Kreatif Desa Wakan Ajak Generasi Muda Terobos Batas Kreativitas

63
Ketua Kelompok Kesejahteraan Sosial Lombok Timur Hj. Supinah Ali, BD Foto bersama Kelompok Pemuda Kreatif Desa Wakan. (Ist)

HarianNusa.com, Lombok Timur – Saat ini Indonesia tengah menikmati bonus demografi, yakni memiliki angkatan kerja dengan usia produktif yang sangat besar. Hal ini tentu menjadi modal besar bagi negara untuk melompat lebih cepat menjadi negara maju.

Meski demikian, ada kehawatiran besar bahwa Indonesia akan gagal memanfaatkan bonus demografi tersebut, karena kebanyakan pemuda masih bertahan pada pola fikir “menggantungkan” cita-citanya untuk bekerja pada sektor formal, seperti perkantoran dan pemerintahan.

Cara berpikir tersebut, telah terbukti memasung potensi kretaifitas yang dimiliki pemuda. Karena yang ada dalam pikiran pemuda, hanyalah bekerja sebagai pegawai negeri. Sehingga kerja-kerja di sektor swasta atau berwirausaha dianggapnya sebagai kerja rendahan. Lebih jauh, Penomena itu akan menyebabkan banyak generasi muda dengan tingkat pendidikan tinggi terancam menjadi pengangguran, sebab hanya menunggu pembukaan bursa kerja dari pemerintah.

Berangkat dari kegelisahan itulah, sekolompok pemuda Desa Wakan Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur yang mengatasnamakan dirinya Komunitas Pemuda Kreatif (KPK) bergerak untuk menerobos cara berfikir yang sudah begitu akut tersebut. Para pemuda kreatif ini mencoba menyadarkan para pemuda lainnya untuk tidak hanya menggantungkan cita-cita menjadi pegawai negeri, namun mencoba untuk terus menggali potensi kreatiftas yang terpendam.

Ketua KPK Desa Wakan, Karomi, S. Pd, M. Pd, mengatakan bahwa sebagai salah satu bagian dari komponen bangsa, mereka menyadari perlunya pemuda mengambil peran dalam pembanguan. Peran tersebut tidak saja harus menjadi bagian dari institusi pemerintah—pegawai negeri—namun masih banyak lapangan pembangunan lainnya, seperi memilih menjadi Wiraswata.

“Berangkat dari pemikiran tersebut, Komunitas Pemuda Kreatif bergerak mengambil peran dan aksi nyata untuk menyadarkan pemuda Desa Wakan membangun bangsa dari Desa,” ujarnya.

Senada dengan Karomi, Sekretaris Lembaga Kebijakan Publik dan Transparansi (LK2T) Lombok Timur, Abdul Qodir Jaelani, juga mengatakan bahwa bahwa saat ini banyak pemuda yang terjebak dalam prilaku amoral, seperti pergaulan bebas, narkoba, akibat dari tidak tersalurnya potensi pemuda secara positif. Akhirnya banyak pemuda kemudian terlibat dalam aksi kriminalitas.

“Hal itu tidak terlepas dari prustasi para pemuda kita, akibat tidak adanya ruang-ruang kreatifitas. Maka dari itu perlu ada semacam gerakan bersama untuk memotifasi pemuda kita untuk bangkit,” seru Mahasiswa Magister Hukum UGM ini.

Lebih jauh, usaha yang dilakukan para pemuda Desa Wakan ini juga mengundang perhatian dari pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Dan pada tanggal 20 Juli 2017 lalu, Hj. Supinah Ali BD selaku Ketua Kelompok Kesejahtraan Sosial (K3S) Kabupaten Lombok Timur langsung turun mengunjungi Komunitas Pemuda Kreatif, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru ini.

Pada kesempatan itu, Hj. Supinah Ali BD juga menyampaikan kegelisahan yang sama, yakni banyaknya generasi muda yang hanya berkeinginan untuk bekerja di instansi pemerintahan. Tapi di sisi lain, lapangan pekerjaan dipemerintahan sangat terbatas. Hal yang menyebabkan jumlah pengangguran semakin banyak.

“Dari sisi ekonomi, tentu saja masalah pengangguran itu sangat merugikan karena manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas, tapi tidak punya pendapatan. Oleh karena itu sebagai calon tenaga kerja, kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif yang mampu membaca peluang serta pandai memanfaatkan peluang tersebut sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan tidak hanya terfokus pada satu jenis pekerjaan saja (PNS),” ujarnya.

Menurut istri Bupati Lombok Timur, Ali BD ini, bahwa wirausaha merupakan salah satu jalan untuk mengatasi meningkatnya jumlah pengangguran. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagaian besar kegiatan wirausaha juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banyak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu usaha yang mudah dikembangkan yaitu pemeliharaan ayam kampung, tutupnya. (sta)