Jamin Pasokan Listrik, Pemprov NTB Dorong Pembangunan PLTGU

28
Wagub NTB H M Amin foto bersama beberapa saat setelah rapat koordinasi Rencana pembangunan sistem kelistrikan Di Provinsi NTB

HarianNusa.com, Mataram – Guna menjamin kebutuhan pasokan listrik masyarakat NTB, khususnya untuk menggerakkan simpul ekonomi masyarakat, Pemerinah Provinsi (Pemprov) NTB terus memberikan dukungan untuk pembangunan tenaga listrik di Pulau Lombok dan Sumbawa. Rabu, (2/8).

Salah satunya, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Lombok Peaker, yang mampu memproduksi energi listrik sebesar 150 MW.

Perusahaan listrik ini sekaligus sebagai ikhtiar pemerintah untuk terus mendukung proyek kelistrikan sebesar 500 MW di seluruh wilayah NTB yang merupakan bagian dari proyek kelistrikan nasional sebesar 35.000 MW.

Seperti diketahui, sistem kelistrikan di NTB terus mengalami peningkatan, berkat diresmikannya mobile power plant 2×25 MW oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo belum lama ini.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH, M. Si saat membuka Rapat Koordinasi Rencana Pembangunan Sistem Kelistrikan di Provinsi NTB yang bertempat di Hotel Golden Palace – Mataram beberapa waktu lalu.

Disampaikan H. Muh. Amin, dengan penambahan daya listrik ini, diharapkan memberikan kontribusi positif dalam mendorong percepatan pembangunan ekonomi di Provinsi NTB, khususnya pertumbuhan sektor usaha dan ekonomi produktif masyarakat. Sebab, lanjut Amin, listrik merupakan salah satu infrastruktur dasar yang harus disediakan.

Untuk diketahui, lanjut Amin, Pembangunan PLTGU Lombok Peaker, diperoleh dengan terbitnya PP Nomor 13 Tahun 2017 yang mengatur kegiatan pemanfaatan tata ruang yang bernilai strategis nasional tetapi belum termuat dalam RT/RW Provinsi atau Kabupaten/Kota. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi pemerintah menunda pembangunan proyek PLTGU Peaker ini.
“Saya harap pembangunan PLTGU ini rampung sesuai yang ditargetkan pada tahun 2018 mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, GM Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusra, Djarot Hutabri melaporkan adanya perubahan di organisasi Induk PLN sehingga PLN Nusra bergabung dengan Jawa Timur dan Bali. Dimana sebelumnya PLN Nusra bergabung dengan regional Sulawesi.
“Perubahan regional ini menunjukkan Nusra mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat dan diharapkan dapat mengurangi pemadaman listrik di kawasan Nusra,” ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan Rakor ini memiliki dua tujuan, pertama membangun sinkronisasi antara kebutuhan listrik konsumen dengan kemampuan PLN untuk menyediakan kelistrikan. Selanjutnya, adanya tindak lanjut yang lebih detail terkait tentang pembangunan kelistrikan.
“Rencananya dalam waktu 10 tahun PLN akan menambah kapasitas listrik sekitar 700 MW di wilayah Nusra, termasuk di Pulau Sumbawa,” katanya. (sta)

iklanbebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online