Kemerdekaan dan Kerja Nyata

54
Harmoko (Ketua Umum KAMMI UNRAM)

Oleh: Harmoko (Ketua Umum KAMMI UNRAM)

“Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita. Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran RAKYAT” (Bung Hatta)

 Indonesia itu dibangun dan diperjuangkan oleh para pejuang bangsa Indonesia, yang telah rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Indonesia dari penjajahan. Kemerdekaan itu tidak datang ketika para pejuang duduk diam tanpa perlawanan. Maka sangat aneh ketika ada oknum pemerintahan takut ketika diingatkan dengan kritik yang membangun bangsa ini agar lebih baik ke depan dan mengingatkan pemerintah bahwa jalur yang ditempuh dalam membangun bangsa Indonesia itu ada yang salah, sehingga kritik itu ada karna tidak ingin kesalahan itu terus dijalankan dalam menjalankan roda pemerintahan.

Kata merdeka sebelum tahun 1945 menjadi kata yang diimpikan semua rakyat Indonesia, karena kata merdeka pada saat itu menjadi kata yang sangat ditunggu oleh rakyat Indonesia untuk diucapkan, karena dengan kata merdeka rakyat Indonesia sangat gembira telah mampu hidup merdeka tanpa ada intimidasi dari para penjajah yang membuat hidup rakyat Indonesia sangat sengsara pada saat itu. Sehingga para tokoh bangsa Indonesia Ir. Soekarno, M. Hatta, dan Agus Salim terus memberikan semangat kepada rakyat Indonesia bahwa bangsa Indonesia pasti bisa meraih dan mampu mengucapkan kalimat MERDEKA…!!!

Baca: 

Memaknai kemerdekaan dengan persepsi baru yaitu kerja nyata untuk membangun Indonesia yang lebih baik ke depan agar bangsa kita tidak lagi mempunyai utang di luar negeri yang kemudian membuat perekonomian bangsa kita semakin hari semakin melemah.

Di akhir 2015, utang pemerintah pusat naik menjadi Rp 3.165,2 triliun. Rasio utang terhadap Produk Domestik Broto (PDB) meningkat menjadi 27,4 persen. (Sumber: Liputan6.com). Slogan kerja nyata dari pemerintah Joko Widodo dan Jussuf Kalla harus mampu mengantarkan rakyat pada kemerdekaan yang hakiki, kemerdekaan yang pernah dikatakan oleh Bung Hatta “Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita, Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagian dan kemakmuran RAKYAT”.

Slogan kerja nyata yang terus digaungkan oleh pemerintah hanya menjadi slogan tanpa makna dan bukti yang mengantarkan rakyat mampu bahagia. Utang negara kita semakin hari semakin bertambah terus padahal negara kita memiliki semua kebutuhan yang dibutuhkan oleh negara-negara lain.

17 Agustus 2017 tinggal menghitung jari saja. Bangsa Indonesia akan merayakan hari kemerdekaannya dan memasuki usia tujuh puluh dua tahun. Dengan usia yang sudah matang secara mental sebagai negara maka pemerintah Indonesia merayakan hari kemerdekaan itu jangan hanya secara seremonial saja tanpa ada evaluasi besar-besaran terhadap usia bangsa yang semakin dewasa dalam bernegara di dunia. Pemerintah Joko Widodo dan Jussuf Kalla harus mampu memberikan solusi dan solutif yang baru dalam membangun Indonesia yang sudah dewasa. Pemerintah Indonesia harus mampu mengembangkan potensi alam dan manusia untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera sehingga nilai dari kemerdekaan itu bisa dirasakan oleh semua rakyat Indonesia di mana pun berada.

Kita harus mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia dengan kerja nyata. Sehingga setiap anak bangsa Indonesia dapat menikmati dan merayakan kemerdekaan yang sesungguhnya. Semua rakyat Indonesia harus bisa menikmati pendidikan, kesehatan, perkerjaan, kemerdekaan menyampaikan pendapat dan menjamin kehidupan berbangsa dan bernegara dengan aman dan damai. Itulah kemerdekaan yang sesungguhnya. Kemerdekaan bangsa Indonesia menjadi bukti bahwa anak-anak bangsa Indonesia itu bisa membangun bangsa dan negara. Tinggal pemerintah mampu membaca dan mengarahkan anak-anak bangsa untuk ikut berpartisipasi dalam membangun Indonesia yang sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa Indonesia. Kemerdekaan dan kerja nyata harus menjadi semangat anak-anak muda bangsa Indonesia untuk mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia itu dengan kerja nyata untuk kebahagian dan kemakmuraan RAKYAT INDONESIA.