Pasca Penembakan Polisi, Perbatasan Bima Dijaga Ketat

115
Polisi saat apel gelar pasukan pengamanan pilkada di Polda NTB (11/9). (satria/hariannusa.com)

HarianNusa.com, Mataram – Dua anggota polisi jajaran Polres Bima Kota ditembak orang tak dikenal pada Senin (11/9) kemarin. Keduanya ditembak saat mengantar anaknya ke sekolah di Kelurahan Panatoi, Kecamatan Mpunda, Bima Kota.

Bripka Jainal Abidin dan Bripka Gafur jadi korban penembakan tersebut. Bripka Jainal tertembak di bagian bahu kanannya. Ia kemudian dirawat di rumah sakit setempat. Sementara Bripka Gafur tertembak di pinggang kanannya. Ia dirujuk ke RS Bhayangkara Mataram untuk mengangkat proyektil peluru yang bersarang di tubuhnya.

Sementara pasca penembakan tersebut, lima orang diamankan polisi. Mereka diperiksa terkait peristiwa tersebut.

Saat kejadian, penutupan jalan di wilayah Penatoi dilakukan pihak kepolisian untuk melakukan olah TKP kejadian tersebut. Sedangkan jalur-jalur keluar dari Bima dan Pulau Sumbawa dijaga ketat pihak kepolisian. Polisi melakukan pemeriksaan untuk mengantisipasi pelaku penembakan keluar dari Bima.

“Jalur-jalur keluar dari Bima dan keluar dari Pulau Sumbawa masih dijaga ketat. Arus lalulintas diatensi untuk mencegah para pelaku keluar dari Bima ataupun dari Pulau Sumbawa,” ujar Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra Tri Budi Pangastuti, Selasa (12/9).

Polisi masih terus menyelidiki keterlibatan pelaku-pelaku dalam penembakan tersebut. Diketahui, saat terjadi penembakan kedua polisi tersebut, empat pelaku yang terbagi menjadi dua orang membuntuti korbannya dari belakang. Kedua polisi tersebut kemudian ditembak dari arah belakang. (sat)

iklan[/caption]</div>        </div>


        <footer>
                        
            <div class=