Enam bandar dan pengedar narkoba ditangkap Satgas Operasi Antik. (satria/hariannusa.com)

HarianNusa.com, Mataram – Operasi Anti Narkotika (Antik) telah berakhir. Operasi tersebut digelar sejak 16 Oktober hingga 5 November 2017 lalu. Dalam operasi tahun ini, Satgas Res Operasi Antik Polres Mataram berhasil menangkap enam orang bandar dan juga kurir sabu.

Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK, siang tadi, Selasa (7/11) menggelar ekspos kasus narkoba. Ia mengatakan para pelaku ditangkap secara terpisah. Sementara dari enam pelaku, dua tersangka merupakan target operasi (TO) polisi.

“Dari kegiatan tersebut, kita melakukan pengungkapan dengan enam tersangka, baik sebagai pengedar maupun kurir,” ujarnya di Media Center Polres Mataram.

Para pelaku masing-masing berinisial HI (35) asal Blora, Jawa Tengah, AH (43) asal Mataram, SE asal Banyumulek, Kediri, Lombok Barat, IMS (38) asal Cakranegara, AB alias Awi (31) asal Kota Mataram dan LD asal Kota Mataram.

“Dari enam pelaku, dua di antaranya adalah TO, yakni AWI dan SE,” ungkap Kapolres.

Kedua pelaku yang menjadi TO telah enam bulan dalam pengejaran polisi. Namun pelaku selalu melarikan diri. Palaku berhasil ditangkap saat Operasi Antik digelar.

Sementara dalam operasi tersebut, diamankan barang bukti sebanyak 115,07 gram sabu, hasis 0,08 gram, ganja/biji ganja siap tanam sebanyak 23,31 gram.

Sementara Kasat Resnarkoba Polres Mataram, AKP Prayit Hariyanto, SH mengatakan, penangkapan keenam pelaku masing-masing di wilayah BTN Puri Bunga di Mataram, Mayure, Dasan Agung, Turide dan dua TO ditangkap di Karang Jangu, Kota Mataram.

“Seorang TO mau membawa narkoba di Dasan Cermen, tapi kita stop di jalan. Kita lakukan penangkapan. Kita kembangkan, balik lagi ke Karang Jangu dan tangkap TO lainnya,” ujarnya.

Sementara sebagian barang bukti telah dimusnahkan pagi tadi dengan menghadirkan pejabat instansi lainnya. Barang bukti tersebut dimusnahkan di Mapolres Mataram. (sat)

Komentar