fbpx
23 C
Mataram
Kamis, Desember 3, 2020
Update Covid-19 Indonesia
549,508
Total Kasus
Updated on 02/12/2020 5:17 pm
Beranda Headline Hina Polisi di Medsos Lantaran Ditilang, Remaja Asal Masbagik Diamankan Polisi

Hina Polisi di Medsos Lantaran Ditilang, Remaja Asal Masbagik Diamankan Polisi

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Era informasi dan transaksi elektronik membuat semua orang mudah menyampaikan keluh kesahnya di media sosial. Namun dengan kebebasan tersebut, tidak berarti setiap orang dapat bebas menghina orang atau institusi lainnya.

Kasus penghinaan melalui media sosial facebook kembali terjadi di Lombok Timur (Lotim). Kali ini akun dengan nama Bang Koyos menulis status berisi hujatan terhadap polisi. Hujatan tersebut ia lakukan lantaran sakit hati karena polisi menilang motornya di Simpang Empat BRI Cabang Selong Lotim pada Kamis 26 Oktober 2017 lalu.

Dalam statusnya yang diunggah sesaat setelah ditilang, ia mengatakan apa ruginya polisi jika ia tidak menggunakan helm di jalan. Bahkan jika ia mengalami lakalantas dan meninggal maka bukan menjadi kerugian polisi. Bahkan Bang Koyos menganggap polisi lebih rendah dari hewan.

- Advertisement -

Atas perbuatannya tersebut, pada Selasa 7 November 2017, sekitar pukul 21.00 Wita, Polres Lotim melakukan penangkapan terhadap pemilik akun Bang Koyos. Remaja tersebut ditangkap di rumah kakeknya di Kampung Saruk, Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Lotim.

Saat diintrogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Pelaku berinisial NP (16) asal Kampung Saruk, Desa Masbagik, yang telah putus sekolah sejak kelas satu SMP.

Kasubag Humas Polres Lotim, Iptu Made Tista mengatakan NP pemilik akun Bang Koyos sebelumnya ditilang polisi lantaran tidak menggunakan helm, tidak memiliki SIM dan tidak dapat menunjukan STNK. Motor miliknya kemudian ditilang polisi.

“Pelaku memposting kata-kata hinaan terhadap polisi setalah ia ditilang lantaran tidak menggunakan helm, tidak ada SIM dan tidak bisa menunjukan surat kendaraan (STNK),” ujarnya, Kamis (9/11).

Namun polisi berbaik hati, ia tidak diproses hukum. Polisi hanya memanggilnya untuk dilakukan pembinaan dan menandatangani surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

KPK Minta Aset Pemprov NTB di Gili Trawangan Ditertibkan

HarianNusa.com, Lombok Utara - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta aset-aset milik Pemerintah Provinsi NTB yang ada di Gili Trawangan mulai di tertibkan. Pasalnya, pengelolaan...

UMP NTB 2021 Ditetapkan, Ini Besaran Nilainya

HarianNusa.com, Mataram - Dewan Pengupahan Provinsi NTB akhirnya menetapkan Upah Minimum (UMP) untuk Tahun 2021. Berdasarkan Sidang Dewan Pengupahan Provinsi NTB yang dilaksanakan pada...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia