fbpx
23 C
Mataram
Sabtu, Juli 24, 2021
Update Covid-19 Indonesia
3,082,410
Total Kasus
Updated on 23/07/2021 9:36 pm
BerandaHeadlinePencopotan Hamja Diharapkan Bukan Bentuk Cuci Tangan

Pencopotan Hamja Diharapkan Bukan Bentuk Cuci Tangan

- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Pencopotan dan penggantian H. Hamja sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi NTB diharapkan bukan merupakan bentuk cuci tangan Partai Gerindra terhadap perilaku kadernya tersebut.

- Advertisement -

Hal itu diungkapkan Sekretaris Hamzanwadi Institute, M. Nashib Ikroman kepada wartawan di Mataram, Selasa (14/11).

Ia berharap apa yang dilakukan Partai Gerindra bukan merupakan tendensi politik untuk menyelamatkan suara menjelang Pilkada, melainkan benar-benar ikhlas sebagai efek jera bagi kader yang bertentangan dengan visi partai.

“Jadi mudah-mudahan pencopotan Ketua Fraksi Partai Gerindra benar-benar ikhlas, tidak memiliki tendensi politis karena dekat-dekat Pilkada. Jika ikhlas, maka mudah-mudahan ikhlas dan mendapat balasan dari Allah SWT,” ungkap pria yang akrab disapa Achieve itu.

- Advertisement -

Harapan ini bukan tanpa dasar, sambungnya, sebab ada kejadian sebelumnya yang menunjukkan sikap oknum pimpinan salah satu Parpol justru menunjukkan hal yang berbeda.

“Ada oknum ketua partai di NTB saat pengusulan dokumen pahlawan, justru mengancam ke sejumlah pihak, akan menghalangi pengusulan tersebut di Jakarta. Namun, setelah penganugerahan partai tersebut seolah-olah justru menjadi yang terdepan dalam pengusulan pahlawan Maulana Syeikh,” bebernya.

Hamja sebelumnya mengeluarkan pernyataan kontroversial. Ia diduga menuding penganugerahan gelar pahlawan nasional Maulana Syeikh syarat dengan kepentingan politis. Pernyataan tersebut memicu polemik.

Baca:
Tuding Gelar Pahlawan Maulana Syaikh Politis, Ketua Fraksi Gerindra Terancam Dilaporkan
“HAMJA TERPERANGKAP OFFSIDE”
Tuding Gelar Pahlawan Maulana Syeikh Politis, Hamja Dicopot dari Jabatan Ketua Fraksi

Hamja juga telah secara resmi menuliskan surat permohonan maafnya dan klarifikasinya yang diterbitkan pada salah satu media lokal di NTB. Ia mengaku apa yang diberitakan salah satu media online terkait ucapannya yang kontroversial tersebut merupakan miskomunikasi tentang apa yang ia sampaikan dengan apa yang didengar wartawan.

“Saya atas nama H. Hamja, meminta maaf sebesar-besarnya pada seluruh masyarakat NTB. Terutama pada keluarga besar Almagfirullah Maulana Syeikh TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid, terkait adanya pemberitaan pada salah satu media online yang membuat resah banyak pihak,” ungkapnya.  (f3)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

- Advertisment -