fbpx
23 C
Mataram
Kamis, Agustus 5, 2021
Update Covid-19 Indonesia
3,532,567
Total Kasus
Updated on 05/08/2021 8:23 am
BerandaHeadlineKiai Maimoen Zubair Jelaskan Kesamaan Indonesia dan Etika Politik Rasulullah

Kiai Maimoen Zubair Jelaskan Kesamaan Indonesia dan Etika Politik Rasulullah

- Advertisement -
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair memberikan pengarahan pada forum Bahtsul Masail Ad-diniyah al-Waqi‘iyah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama NU 2017 di Mataram, Jumat (24/11) pagi.

Dalam ceramahnya ia menjelaskan keserupaan Indonesia dan negara di zaman Rasulullah. Menurutnya, negara yang dibangun Rasulullah menekankan pentingnya persatuan di tengah perbedaan. Rasulullah SAW menghargai perbedaan pandangan.

Ia menuturkan perilaku Rasulullah SAW yang sangat menghargai kesepakatan yang dibuat dengan kaum musyrikin Mekkah. Di zaman Rasulullah hal ini pun terjadi seperti di Indonesia.memang Indonesia bukan negara Islam. Tetapi Indonesia dijiwai oleh sila pertama, berketuhanan yang maha esa.

- Advertisement -

“Sila inilah yang kemudian memancarkan kebaikan-kebaikan seperti tertuang dalam sila-sila berikutnya terkait kesejahteraan, persatuan, peradaban, keadilan sosial,” kata Mbah Maimoen panggilan akrabnya.

Mbah Moen menceritakan hubungan politik Rasulullah SAW dalam perjanjian Hudaibiyah atau hubungan Rasulullah dengan penguasa-penguasa negara yang beragama Nasrani.

Rasulullah SAW juga tidak segan-segan berinteraksi secara personal dengan sahabat-sahabat dari Persi.

“Rasulullah memberikan tempat istimewa bagi Salman asal Persia karena pengalaman-pengalaman di negeri asalnya yang memiliki peradaban lebih tua, “tutur mbah Moen. (f3)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

- Advertisment -