fbpx
23 C
Mataram
Rabu, April 14, 2021
Update Covid-19 Indonesia
1,583,182
Total Kasus
Updated on 14/04/2021 2:40 pm
BerandaHeadlineNU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir

NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir

- Advertisement -
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Nahdlatul Ulama (NU) mengutuk keras pengeboman di Masjid Al-Rawdah, Markaz Bir El-Abd, Kota El-Arish, Sinai Utara, Mesir. Hal tersebut ditegaskan Ketua Pengurus Harian Tahfidziyah PBNU, H. Robikin Emhas.

Menurut Robikin, tindakan yang menewaskan 300 orang lebih dan meluluhlantakkan rasa kemanusiaan itu tidak bisa dibenarkan, dengan alasan dan dalih apapun.

“Siapa pun yang melakukakannya, apa pun latar belakangnya, atas nama apa pun motifnya, itu adalah tindakan terkutuk. Tidak bisa dibenarkan! Biadab!” tegas Ketua Panitia Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama, di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Ahad (26/11).

- Advertisement -

Menurut alumnus Pondok Pesantren Qiyamul Manar Gresik dan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang ini, seluruh warga Nahdlatul Ulama mengungkapkan duka sedalam-dalamnya atas korban yang meninggal dan terluka dalam peristiwa itu.

“NU berduka, karena itu, PBNU mengimbau warga dan pengurus NU agar membacakan Al-Fatihah dan melakukan Shalat Ghaib untuk korban teror bom Mesir,” lanjut Advokat Konstitusi ini.

Ia menambahkan, NU meminta kepada Presiden Mesir untuk menangkap pelaku teror bom itu dan menghukum mereka seberat-beratnya. Juga memberantas kelompoknya hingga ke akar-akarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa NU juga meminta kepada Pemerintah Indonesia, jika diperlukan, harus segera mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Mesir.

“Makanya, jika diperlukan, pemerintahan Jokowi perlu pro aktif memberi bantuan kemanusiaan,” harap Managing Director pada ART PARTNER Law Firm tersebut.

Peristiwa tragis di Mesir ini, lanjutnya, adalah bukti nyata perlunya Islam Nusantara diarus-utamakan di seluruh penjuru dunia. Islam yang tidak memperhadapkan agama dengan negara. Islam yang menjadikan budaya sebagai infrastruktur agama. Islam yang ramah, moderat dan menghormati keragaman. Islam wasathiyyah.

“Mari jadikan Islam Nusantara sebagai solusi perdamaian dunia,” ajaknya.(f3)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Populer Pekan Ini

- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia