M16: Koalisi Demokrat dan PKB Hanya Fatamorgana Politik 

64
Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto (kiri). (istimewa)

HarianNusa.com, Mataram – Koalisi antara partai Demokrat dengan PKB pada Pilgub Nusa Tenggara Barat (NTB) 2018 mendatang  dinilai mustahil terjadi. Hal ini disampaikan M16 kepada media di Mataram, Selasa (5/12).

Menurut M16 hal ini karena antara partai Demokrat dan PKB sesungguhnya tidak memiliki persamaan kemistri dan fatsun politik terkait figur calon yang akan diusung pada Pilgub NTB 2018 mendatang.

Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto, SH yang akrab dipanggil Didu itu mengatakan bahwa apa yang dilakukan antara partai Demokrat dan PKB hanya sekedar “entertain politik” semata untuk mengesankan ke publik bahwa kedua Parpol tersebut serius berkoalisi.

“PKB pada akhirnya nanti tidak akan berkoalisi linier dengan Demokrat,” ujarnya sembari mengatakan bahwa PKB NTB hanya sekedar test case saja seolah-olah berkomitmen dengan Demokrat padahal tidak.

Dalam kontek Demokrat dan PKB yang seolah- olah dipersepsikan Demokrat-PKB berkoalisi mengusung Dr Zul Rohmi, Didu menilai hal itu hanya  “fatamorgana” politik semata.

“Sulit bagi PKB berkoalisi dengan Demokrat , jika performance Paslon (pasangan calon) yang ditawarkan melulu kemauan politik Partai  Demokrat dan NW semata,” ulas Didu.

Lebih lanjut Didu  menegaskan, PKB sadar bahwa dirinya menjadi pendulum politik yang menentukan bagi siapapun Paslon ataupun Parpol pengusung lainnya.

“Dengan image PKB identik Parpolnya warga Nahdliyin yang memiliki basis massa  loyal. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi kekuatan politik PKB NTB,” katanya.

Didu menilai manuver politik terbuka yang dilakukan oleh Ketua DPW PKB NTB, HL Hadrian Irfani harus dipahami sebagai upaya untuk memberikan pencerahan politik sekaligus PKB tidak ingin segera menutup pintu lapak harapan politik bagi Paslon dan Parpol pengusung dalam pilgub NTB.

“Pada akhirnya nanti PKB NTB akan berlabuh dan buang sauh ke Paslon yang tepat,” lanjutnya

Lebih jauh Didu mengutarakan dirinya kerap berkomunikasi dengan Ketua PKB NTB maupun sebaliknya terkait konstelasi politik Pilgub ini.

“Saya berkesimpulan langgam yang dimainkan Ketua PKB NTB saat ini  tidak bisa dikatakan mencederai komunikasi politik yang telah dibangun sebelumnya. Untuk itu Paslon lain tidak boleh baper dengan PKB NTB,” sambung Didu sambil berkata akan indah pada masanya bagi Paslon yang menjadi tambatan hati PKB .

Terkait langgam politik yang dimainkan PKB NTB hari ini, Didu melihatnya sebagai upaya untuk menjaga silaturahmi politik antara Partai Demokrat dan PKB yang tidak dalam ikatan kepastian politik.

“Coba ingat-ingat dulu,  saat penyampaian visi misi dan fit and proper oleh PKB dulu Cagub dan Cawagub  mana saja yang ikut. Mana diantara Paslon itulah  PKB NTB akan berlabuh,” tutupnya. (f3)

iklanMaulid Fraksi PKS 2017