Dari kiri: Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto, Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan RI, Abetnego Tarigan dan Mantan Deputi Walhi Nasional, Ahmad SH. (istimewa)

HarianNusa.com, Mataram – Universitas Mataram (Unram) bekerja sama dengan Kantor Staf Kepresidenan RI yang dipimpin Teten Masduki dalam menggelar Studium Generale terkait “Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi, Peluang dan Tantangan”. Acara dijadwalkan digelar pada Maret 2018 mendatang. Rencananya, 500 audien dari berbagai strata sosial dan profesi akan menghadiri acara tersebut.

Rencana tersebut diungkapkan Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan RI (KSP), Abetnego Tarigan saat bertemu Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto dan Mantan Deputi Walhi Nasional, Ahmad SH di Astoria Hotel Mataram, Kamis (14/12).

Menurut Nego yang juga mantan Direktur Walhi Nasional, pihaknya tadi sudah bertemu Wakil Rektor IV Unram, Prof Suwarji untuk membahas tehnis pelaksanaan acara ini agar berlangsung lancar dan meriah.

“Pihak rektorat pada prinsipnya mendukung acara stadium generalle berlangsung di kampus Unram,” ujar Abetnego.

Ia juga mengatakan Kepala Staf Kantor Kepresidenan RI, Teten Masduki akan menjadi salah satu narasumber di acara tersebut.

Bagi Nego acara ini bagian dari upaya KSP RI untuk menyerap aspirasi dan informasi terkait persepsi publik, khususnya di Nusa Tenggara Barat atas prestasi tiga tahun pemerintahan Jokowi.

Hal ini penting untuk KSP guna memberikan masukan dan mendesain kebijakan pembangunan pemerintahan Jokowi agar semakin baik manfaat nya bagi masyarakat.

“Nanti dari KSP akan membuat Summary Report atas kegiatan di Unram sebagai laporan kepada presiden Jokowi,” lanjutnya.

Lebih Jauh Abetnego Tarigan mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi saat ini menaruh perhatian khusus buat Provinsi NTB. Ini dibuktikan selama tiga tahun kepemimpinan Jokowi-JK, Presiden Jokowi sudah tujuh kali mengunjungi NTB dalam berbagai event.

“Ini salah satu bukti bahwa Presiden Jokowi sangat mencintai dan memberikan perhatian khusus kepada masyarakat NTB meskipun dalam Pilpres 2014, pasangan Jokowi-JK kalah di NTB,” lanjut Nego yang memiliki net working kuat di kalangan NGO dan Funding Eropah, AS dan Asia.

Selain itu untuk memperlancar kegiatan di Unram nanti, lanjut Nego, dirinya akan menjalin komunikasi yang intensif dengan kalangan masyarakat di NTB agar bisa terlibat di kegiatan studium generalle sekaligus memberikan masukan yang konstruktif untuk menunjang perbaikan kinerja pemerintahan Jokowi.

“KSP menginginkan ada otokritik yang konstruktif dari publik NTB di acara stadium generalle itu agar performance pemerintahan Jokowi makin baik dan dicintai rakyat NTB,” sambung Nego.

Terakhir Nego menjelaskan bahwa pihak KSP menyampaikan rasa hormat dan penghargaan buat Unram yang bersedia bekerjasama dan menyediakan fasilitas di kampus untuk kegiatan nanti.

“Tadi sambutan dan penerimaan WR 4 Unram, Prof Suwarji sangat welcome saat beraudiensi dengan rombongan dari Kantor Staf Kepresidenan,” pungkasnya. (sat)

Komentar