fbpx
23 C
Mataram
Minggu, Oktober 17, 2021
Update Covid-19 Indonesia
4,232,099
Total Kasus
Updated on 14/10/2021 6:27 pm
BerandaHeadlineKorban Kebakaran Sesalkan Terlambatnya Pemadam Kebakaran Kota Mataram

Korban Kebakaran Sesalkan Terlambatnya Pemadam Kebakaran Kota Mataram

- Advertisement -
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Sebuah bengkel dan satu unit rumah di Jalan Merpati No. 15 Lingkungan Karang Jangkong, Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara Kota Mataram ludes dilalap si jago merah, Minggu (7/1) pukul 01.15 Wita dini hari. Sebanyak 22 unit motor pada bengkel tersebut hangus terbakar.

Polres Mataram menduga kebakaran disebabkan akibat korsleting listrik pada salah satu motor di bengkel tersebut. Dugaan tersebut berdasarkan keterangan saksi Sri Wahyuni yang melihat api pertamakali muncul di dalam bengkel pada sebuah motor.

“Dugaan sementara korsleting listrik, karena berdasarkan keterangan saksi, api muncul pada salah satu motor dan merambat pada motor lainnya dalam bengkel tersebut,” ujar Kasubag Humas Polres Mataram, AKP Made Arnawa.

- Advertisement -

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 350 juta. Pasalnya 22 unit motor, peralatan bengkel dan sebuah rumah di belakang bengkel tersebut ludes dilalap api.

Namun, pemilik bengkel Gading Laksana (34) mengatakan kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai Rp 1 miliar. Ia mengatakan kendaraan pada bengkel dan rumah tersebut mencapai 30 unit.

 “Yang ada di bengkel saja ada sekitar 25 motor, belum lagi koleksi motor balap (drag) yang ada di dalam rumah, begitu juga dengan motor pribadi. Semua habis, yang bersisa cuma pakaian yang nempel di badan saja,” ujarnya.

Berbeda dengan keterangan saksi yang diterima polisi, Gading mengatakan penyebab kebakaran bukan akibat korsleting motor yang ada di bengkel yang tengah diservice, namun kendaraan istrinya Honda Vario yang disimpan di bengkel. Istri Gading sendiri merupakan anggota Ditlantas Polda NTB

“Memang saya lihat motor istri saya dan motor Trail KLX yang di sebelahnya itu pertama terbakar. Tapi nyala yang paling besar itu motor istri saya, tapi saya mikir tidak mungkin api dari situ, karena motor istri saya stelannya standar,” ungkap Gading.

Korban dan warga di sekitar lokasi kebakaran juga menyayangkan sikap Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram yang terkesan lamban menuju lokasi kebakaran, padahan jarak kantor tersebut tidak jauh dari lokasi kebakaran.

“Istri saya sudah mencoba telepon nomor darurat, tapi tidak ada respon, jadi saya langsung ke kantornya (Pemadam Kebakaran), karena dekat,” ujarnya.

Setelah Gading dua kali berturut-turut mendatangi Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram yang lokasinya sekitar 500 meter dengan rumahnya, petugas dengan kendaraan Damkar akhirnya datang ke lokasi.

“Tapi pas mereka datang, malah selangnya yang ketinggalan di kantor. Karena panik, istri saya langsung minta bantuan temannya yang tugas bawa water canon, untung bantuan polisi cepat datang, kalau tidak, satu kampung bisa habis,” katanya. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

- Advertisment -