fbpx
23 C
Mataram
Minggu, Oktober 17, 2021
Update Covid-19 Indonesia
4,232,099
Total Kasus
Updated on 14/10/2021 6:27 pm
BerandaHeadlineGita Gugur, Akun Instagram Hingga Facebook Liga Dangdut Banjir Kritikan

Gita Gugur, Akun Instagram Hingga Facebook Liga Dangdut Banjir Kritikan

- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Baiq Gita perwakilan Provinsi NTB dalam Liga Dangdut Indonesia gagal maju dalam babak final 15 besar. Langkahnya terhenti di babak final 20 besar (top 20) di group 5. Dini hari tadi, Sabtu (31/03) nama Gita disebut sebagai perwakilan yang pulang lebih awal.

- Advertisement -

Meskipun demikian, perolehan polling SMS Gita berada pada urutan kedua. Hanya berbeda satu angka dengan Yuyun perwakilan asal Gorontalo yang berada pada posisi polling SMS paling tinggi di antara empat kandidat. Yuyun memperoleh polling SMS 29,88 persen, sementara Gita hanya berjarak sedikit dengan perolehan polling 29,87 persen. Menyusul kemudian Fahrin (Maluku Utara) sebanyak 22,31 persen dan Yendri (Bangka Belitung) 17,94 persen.

Grup 5 Liga Dangdut Indonesia yang ditayangkan stasiun televisi Indosiar ( https://www.facebook.com/IndosiarID.TV/ )
Grup 5 Liga Dangdut Indonesia yang ditayangkan stasiun televisi Indosiar ( https://www.facebook.com/IndosiarID.TV/ )

Sistem perhitungan tersebut di mana dari empat kandidat, satu kandidat yang memperoleh polling SMS tertinggi berada pada posisi aman dan maju dalam babak final 15 besar. Sementara tiga kandidat di bawahnya akan melalui keputusan Dewan Dangdut, yang dinilai berdasarkan potensi dan penampilan. Meskipun Gita berada pada posisi kedua, namun Dewan Dangdut berpendapat berbeda. Setelah berdiskusi, Dewan Dangdut akhirnya memutuskan Gita perwakilan NTB yang tersisih dalam top 20 tersebut.

Baiq Gita
Baiq Gita. ( https://www.facebook.com/IndosiarID.TV/ )

Keputusan Dewan Dangdut tentu memunculkan reaksi dari warganet NTB. Melalui media sosial facebook, warganet melampiaskan kekesalannya pada Dewan Dangdut yang mengabaikan polling SMS masyarakat, yang tentunya dengan jumlah uang cukup besar.

- Advertisement -

Menurut warganet, penyelenggara acara diindikasi melakukan pembodohan dan hanya menarik uang masyarakat melalui SMS Premium tersebut, yang tarifnya sekali SMS berjumlah Rp 2.200. Buktinya, acara tersebut tidak murni melihat hasil polling namun juga melalui keputusan Dewan Dangdut, yang tentunya subjektif dari penilaian publik.

Pada akun Instagram ligadangdut_indonesia, warganet menumpahkan kekesalannya. Dari kritikan hingga hujatan dihajatkan pada penyelenggara acara yang dinilai bersikap tidak adil tersebut.

Baca Juga:
Baiq Gita Gagal Melaju di Liga Dangdut Indonesia
Baiq Gita: Terima Kasih Warga NTB Atas Doa dan Dukungannya

“Dewan Dangdut memang penting, tapi lebih penting poling sms, tolong dong LIDA Indonesia dipertimbangkan sms runner up, kok bisa tersingkir, percuma dong poling sms mending ni acara dibubarkan saja,” ujar akun revanataya 15.

“Lida Dangdut acaranya juri untuk pamer kekayaan, pamer baju pamer kesombongan, anehnya setiap kali ada oleh-oleh yang harganya tak seberapa selalu berebut, sungguh memalukan,” ujar akun dedeaan12772018.

“Lucu banget acara ini, bagaimana mungkin hasil vote tertinggi kedua bisa tersingkirkan? Selama saya nonton acara kompetisi kalau yang tereliminasi antara 3/4/ intinya yang terendah. Percuma ngadain vote kalau yang nentukan juri///,” ujar akun tin_tinie.

“Lama2 saya lihat LIDA ini gk jelas… biasa yang terendah ke 3 dan ke 4 tersisih, tumben ke 2. SMS beda tipis, di mana kebijaksanaannya. Apa artinya sms yang banyak,” ujar muhadir_nafi2s.

Tidak hanya di Instagram, di akun facebook Liga Dangdut Indonesia juga ramai kritikan. “Indonesia sama dewan dangdut mulai curang, katanya pakai sms, setelah kami keluarga modal banyak malah disia-siakan…,” ujar akun Wawan mdr.

“Kembalikan pulsa kami woiii… Jangan jadi penipu loe,” ujar akun Satria Zulfikar R.

“Padahal Gita NTB polling sms urutan ke dua, beginikah adat pertandingan?” ujar akun Dony Adhi S.

“Baiq Gita Dendeq Pagah! sudah kubilang, kita ini orang daerah, Indonesia itu hanya Jabodetabek, di mana jangkar- jangkar kekuasaan ditambatkan. Pulanglah, menyanyilah untuk kami di sini, di mana suara-suara nyanyian lebih merdu dan lebih jujur dari suara pengajian. Hiks…,” ujar akun Harry Putterkopi di statusnya. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

- Advertisment -