Bawaslu NTB,KPID NTB dan PWI NTB menjadi narasumber dalam acara Rakor Bawaslu NTB bersama stakeholder (HarianNusa.com/f3)

HarianNusa.com, Mataram – Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Rapat Koordinasi Bersama Stakeholder dengan tema “Sinergi Bawaslu dengan Media Massa menuju Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota yang Berintegritas”, di Mataram, Selasa (12/6/2018).

Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, Ketua KPID NTB Yusron, Wakil Sekretaris PWI NTB Rudi Hidayat, Komisioner Bawaslu Divisi Organisasi dan SDM H.Itratip,ST.MT.

Dalam kesempatan itu Yusron menyampaikan peran KPID dalam konten pemberitaan dan iklan Pilkada 2018. Ia mengatakan tanggal 10 hingga 23 Juni ini menjadi peran strategis bagi KPID untuk mengawasi lembaga penyiaran sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 pasal 96 yang mengatur peran Komisi Penyiaran Indonesia atau Dewan Pers melakukan pengawasan.

“Nah di sinilah peran KPID untuk mengawasi lembaga penyiaran,” katanya.

Kata dia, semangatnya kampanye di lembaga penyiaran dan perusahaan pers harus diatur agar setiap kandidat memiliki kesempatan dan ruang yang sama.

“Ini sebenarnya semangat yang kita gelorakan.Kemudian tugas pengawasan dan pemantauan sehingga calon yang bermodal kecil semuanya mempunyai hak dan kesempatan yang sama,” jelasnya.

Sementara Wakil Sekretaris PWI NTB,Rudi Hidayat menyampaikan materi “Peran Media dalam Mewujudkan Pilkada yang berintegritas”. Ia mengatakan bahwa Pilkada merupakan pesta demokrasi yang harus disukseskan oleh semua pihak, karenanya sebagai suatu pesta harus direncanakann, dikelola,dilaksanakan, diawasi dan dievaluasi serta harus ada outputnya. Tentu tujuan pilkada adalah melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan,mencari dan mendapatkan pemimpin yang akan melaksanakan pembangunan tersebut nantinya.

“Jangan sampai Pilkada ini akan timbul kegaduhan atau pertikaian karena itu dapat menghambat pembangunan,” ujarnya yang kemudian dilanjutkan dengan beberpa pemaparan tentang peran media dan unsur-unsur yang terdapat dalam media.

Sementara, Komisioner Bawaslu NTB Divisi Organisasi dan SDM, H. Itrtip,ST.,MT menyampaikan materi “Pengawasan dan Penyiaran Kampanye Dalam Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur,Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota Tahun 2018”.

Itratip menyatakan bahwa di satu sisi Bawaslu tidak punya kewenangan untuk memberikan penilaian apakah suatu berita itu masuk kategori kampanye atau tidak. Namun melalui rakor tersebut ia mengajak semua yang hadir untuk mengevaluasi secara bersama apakah pemberitaan media selama ini masuk dalam kategori larangan kampanye atau tidak.

Menurut dia, dalam konteks kampanye,peran media terbagi menjadi tiga segmen yaitu segmen kampanye secara umum,segmen kampanye 14 hari sebelum masa tenang dimana media dibolehkan memasang iklan pasangan calon, dan segmen masa tenang.

“Dalam segmen masa tenang ini diharapkan media tidak memberitakan pasangan calon manapun dan dalam bentuk apapun agar jangan sampai situasi yang sudah terpelihara dan kondusif itu hanya karena satu atau dua berita tentang pasangan calon akan menimbulkan persoalan dikemudian hari,” harapnya.

Selain itu ia juga menyampaikan ketentuan pemberitaan pada masa kampanye, 14 hari iklan kampanye yang dibolehkan serta ketentuan waktu atau durasi iklan kampanye

“Iklan kampanye di Televisi waktunya 30 detik dengan komulatif 10 spot, sedangkan di Radio 60 detik 10 spot perhari,” jelasnya.

Pemberitaan pada masa kampanye harus berlaku adil dan berimbang. Sehingga semua pasangan calon untuk dipublikasika kegiatan mereka mendapat hak yang sama. Begitu juga dengan masyarakat yang akan memilih bisao mendapatkan informasi yang baik dan berimbang tentang semua calon yang sedang berkompetisi saat ini.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Bawaslu Divisi Pencegahan dan hubungan antar lembaga M.Khuwailid, Divisi Penindakan Pelanggaran Umar Achmad Seth, sejumlah wartawan dari berbagai media cetak, Televisi, Radio dan Online, aktifis, Mahasiswa dan tokoh masyarakat.(f3)

Komentar