Kepala Balai Taman Nasional Tambora Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Konservasi, Dr.R.Agus Budi Santosa,S.Hut.MT (HarianNusa.com/f3)

HarianNusa.com, Mataram – Gunung Tambora yang terletak di Pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat dengan ketinggian 2851 mdpl terkenal dengan letusan dahyat di tahun 1815 silam sehingga banyak meninggalkan nilai sejarah. Letusan tersebut megakibatkan 3 kesultanan (Sanggar, Pekat, Tambora) tertimbun material letusan. Selain itu, letusan dahsyat Tambora mengakibatkan Napoleon Bonaparte kalah perang karena Benua Eropa tidak mengalami pergantian musim.

Kepala Balai Taman Nasional Tambora Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Konservasi, Dr.R.Agus Budi Santosa,S.Hut.MT menyebutkan Keunggulan lain dari Taman Nasional Tambora.

“Salah satunya memiliki jalur pendakian yang bisa dilalui kendaraan 4WD sampai pos terakhir dan hanya butuh waktu 60 menit berjalan kaki untuk menikmati puncak dan keindahan kaldera raksasa yang membuktikan dahsyatnya letusan 1815 silam,” paparnya.

Selain itu, lanjut Agus, potensi wisata lain yang saat ini sedang menggeliat sebagai destinasi dan pastinya memiliki daya tarik adalah air terjun bidadari di Oi Marai Desa Kawindatoi Kabupaten Bima.

“Keindahan dan kesejukan airnya tidak kalah dengan air terjun Otak Kokoh atau Benang Kelambu di Lombok-Rinjani,” tuturnya di Mataram, Senin (26/6/2018).

Tak hanya itu, Taman Nasional Tambora, kata Agus, terus melakukan pengembangan paket wisata, diantaranya Wisata Amazing Samota, Wisata Pendakian Pancasila,Wisata Pendakian Doro Ncanga, Wisata Pendakian Kawindatoi, dan Wisata Piong.

Disebutkannya, hingga saat ini jumlah kunjungan ke Taman Nasional Tambora lebih kurang mencapai 2.630 orang dengan komposisi 35% wisatawan mancanegara yang berasal dari berbagai negara.

“Dan umumnya pendakian melalui Jalur Pancasila,” pungkasnya. (f3)

Komentar