Tim Satgas Pangan Provinsi NTB mendatangi gudang Aqua di Mataram (istimewa)

HarianNusa.com, Mataram – Tim Satgas Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali terjun kelapangan untuk memantau kenaikan harga bahan pangan.

Kepala.Dinas Perdagangan Provinsi Mataram, Hj.Selly Handayani mengatakan bahwa pada hari Minggu (12/8/2018) sekitar pukul 09.50 Wita di halaman Kantor Dinas Perdagangan Provinsi NTB telah dilaksanakan koordinasi Tim Satgas Pangan Provinsi NTB
yang dipimpin oleh Dirreskrimsus Polda NTB KBP Syamsuddin Baharudin, S.H., MH., selaku Kasatgas Pangan Polda NTB beserta tim, bersama Plt. Kabid PDN Dinas Perdagangan NTB Lalu Suparno, Kadis Perdagangan Kota Mataram Lalu Alwan Basri, beserta staf masing-masing dan Satuan Pol PP Kota Mataram.

“Koordinasi Satgas Pangan ini dalam rangka pemantauan kenaikan harga bahan pangan khususnya air mineral kemasan, terpal dan lain-lain,” jelasnya via aplikasi WhatsApp, Minggu (12/8).

Dipaparkannya bahwa sekitar pukul 10.32 Wita pemantauan pertama dilakukan di Gudang Aqua, Jl.Lingkar Selatan Jempong Baru Kota Mataram.Saat itu Tim diterima oleh seorang Sales bernama Fauzan dan Waker Andi Wijaya.

Ia memgatakan bahwa kedua orang karyawan itu menerangkan bahwa stok barang ditempatnya saat ini terbatas karena sudah dipesan oleh BPBD yang diperuntukan bagi korban gempa.

Adapun harga di tingkat distributor untuk Aqua Gelas Rp. 27.700,- per dus, Aqua Tanggung Rp. 45.500,- per dus (600 ml isi 24), Aqua Besar Rp. 47.500,- per dus (1.500 ml, isi 12), Aqua Mini Rp. 35.700,- per dus (330 ml), dan Aqua Galon Rp. 20.500,- per galon (19 liter). Pasokan untuk Kota Mataram saat ini sekitar 100 dus setiap item.

Selanjutnya, kata Selly, pukul 10.50 Wita pemantauan dilanjutkan ke Gudang Sinar Sosro, Jl. Lingkar Selatan Kota Mataram.Karena gudang tutup Tim hanya diterima oleh security Sudirman, namun via telepon Tim terhubung dengan Manajer yang bernama M. Nur dan menerangkan bahwa saat ini stok air minum kemasan merk prim-a produksi Sosro kosong dan akan masuk sore ini sejumlah 1 truk dan besoknya lagi 2 container (2.200 dus per kontainer, red).

Adapun harga produk prim-a tanggung 600 ml isi 24 harga Rp. 36.000,- per dus, kemasan botol besar 1.500 ml Rp. 40.000,- (isi 12), kemasan botol mini harga Rp. 33.000,- per dus.

Kemudian pukul 11.12 Wita, Tim melakukan pemantauan di lokasi produksi air minum kemasan Netral CV. Harum Manis, Jl. Saleh Hambali Dasan Cermen Kota Mataram, dan diterima oleh Steven Piter, selaku pengelola pabrik.

Kepada Tim Satgas, lanjutnya, Steven menerangkan bahwa Netral ini menggunakan air sumur bor sehingga tidak ada masalah dalam produksi, hari Minggu harusnya libur tapi karena banyaknya kebutuhan tetap berproduksi untuk mengisi depo Cakranegara dan depo Lombok Timur. Produksi per hari sekitar 3 ribu hingga 4 ribu karton untuk kemasan gelas, dengan harga Rp. 15.500,- per dus (isi 48 gelas), kemasan botol tanggung 600 ml, harga Rp. 32.500,-per dus (isi 24 botol), Kemasan Botol Besar Rp. 31.500,- per dus (12 botol), Air kemasan Galon Rp. 11.500,- per galon. Produksi hari ini tidak boleh didistribusikan karena harus melalui proses injek ozone untuk membunuh bakteri.

Pukul 12.08 Wita pemantauan kemudian dilakulan ke Kompleks Pasar Kebon Roek Ampenan Kota Mataram. Tim mengecek kebenaran informasi adanya toko yang menjual terpal dan air minum kemasan dengan harga tinggi, namun saat tim datang toko-toko tersebut sudah tutup.

Pada kesempatan tersebut, lanjut Selly, Tim juga memberikan arahan agar produsen, distributor dan pedagang tidak menaikkan harga pasca gempa bumi Lombok dan bersama-sama membantu masyarakat dengan menyediakan barang dengan harga yang wajar sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru yang dapat mengganggu Stabilitas Kamtibmas.

“Pemantauan berakhir pukul 12.45 Wita,kegiatan berjalan dengan aman dan lancar,” pungkasnya. (f3)

Komentar