fbpx
Beranda Headline Tutup Akhir Tahun, Johan Rosihan Berikan Voter Education

Tutup Akhir Tahun, Johan Rosihan Berikan Voter Education

HarianNusa.com – Mengakhiri tahun 2018, H. Johan Rosihan, ST, calon DPR RI Dapil NTB 1 Fraksi PKS itu menghabiskan penghujung

tahun dengan bersilaturahmi mendatangi masyarakan Labuhan Bua Desa Pukat Utan, Senin (31/12/18).

“Alhamdulillah mengakhiri tahun 2018 diberi nikmat sehat dan sempat oleh Allah untuk bertemu dengan masyarakat labuhan Bua Desa Pukat Utan,” ungkap Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi NTB itu.

Dalam pertemuan itu, Johan Rosihan kembali memberikan voter education (pendidikan pemilih) kepada masyarakat setempat terkait pelaksanaan pemilu 2019 mendatang.

“Ternyata setelah saya masuk dan melakukan dialog dengan masyarakat di semua tempat, baik itu di sumbawa maupun di Bima, masyarakat masih awam sekali dengan pelaksanaan pemilu serentak Pilpres dan Pileg 2019 ini, baik teknis maupun waktu pelaksanaanya,” ungkap Johan menyayangkan.

Untuk itu, kepada masyarakat, Johan menyapaikan bahwa ada sedikit perbedaan antara pileg 2014 dengan pileg 2019.

Perbedaan itu, sebut Johan, diantarnya adalah:
1. Dapil, untuk DPR RI : 2014, NTB hanya ada 1 dapil dengan 10 kursi, sedangkan 2019 NTB dibagi menjadi 2 dapil, dapil NTB 1 wilayah Pulau Sumbawa 3 kursi; dapil NTB 2 meliputi Pulau Lombok dengan 8 kursi. Sedangkan untuk dapil DPRD kabupaten ada perubahan nama dapil dengan menjadi dapil ibu kota kabupaten dan sekitarnya menjadi dapil 1 yang lain menyesuaikan yang kebetulan untuk wilayah Alas Utan Induk tetap dapil 4.
2. PT, pada pileg 2014 hanya 2 persen sedang 2019 menjadi 4 persen.
3. Tahun 2019 Pilpres dan Pileg dilaksanakan bersamaan sehingga pada pelaksanaan pemilu 2019 nanti, 1 orang pemilih akan membawa 5 kertas suara, sedang pileg 2014 hanya membawa 4 surat suara.

Johan berharap kepada penyelenggara pemilu yakni KPU untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengingat masih banyaknya masyarakat yang belum memahami tatacara pelaksanaan pemilu 2019 ini.

“Karenanya saya berharap kepada pelaksana pemilu terutama KPU agar lebih giat lagi melaksanakan sosialisasi dan simulasi agar pelaksanaan pemilu 2019 meningkat menjadi lebih baik, yang indikatornya salah satunya adalah masyarakat dapat secara benar menggunakan hak politiknya,” ujar pria yang terbilang getol memperjuangkan suara rakyat tersebut.

Johan mengungkapkan bahwa, dalam sesi dialog tersebut dirinya menerima sejumlah harapan masyarakat kepada pemerintah, diataranya minimnya perbaikan dermaga ikan Labuhan Bua, meminta penyediaan air yang cukup dan berkesinambungan di daerah pesisir, baik untuk kebutuhan air bersih maupun untuk pertanian.

“Selain itu, masyarakat juga meminta kepada pemerintah untuk membatu membentuk wadah koperasi agar memudahkan akses bantuan kepada masyarakat nelayan,” pungkas anggota DPRD NTB tiga periode itu. (f3)

Komentar