fbpx
23 C
Mataram
Jumat, Mei 22, 2020
Update Covid-19 Indonesia
20,162
Total Kasus
Updated on 21/05/2020 11:52 pm
Beranda NTB NTB Mampu Produksi Cold Storage Tenaga Surya untuk Dukung BUMDes

NTB Mampu Produksi Cold Storage Tenaga Surya untuk Dukung BUMDes

HarianNusa.com, Mataram – Pemerintah Provinsi NTB berhasil mendorong lembaga pendidikan agar mampu memproduksi Cold Storage atau lemari pendingin bertenaga surya untuk sayur dan ikan secara mandiri.

Rancangan Cold Storage kali ini berhasil diproduksi oleh Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dengan memberdayakan UMKM lokal.

Ide besar Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah agar industrialisasi di bidang manufaktur atau industri perakitan mesin sederhana ternyata berhasil.

"Mesin berpendingin atau Cold Storage berhasil di produksi anak anak UTS. Ini tentu menjadi langkah paling menggembirakan," kata Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah, Rabu (20/5/2020) petang.

Gubernur menegaskan, jika NTB memproduksi Cold Storage dalam jumlah besar, maka secara tidak langsung akan ikut meningkatkan nilai tambah serta kualitas tangkapan para nelayan dan peternak. Yakni mereka yang bergelut di usaha ikan, daging, sayur mayur dan buah buahan baik di desa pesisir dan perkotaan.

Industrialisasi itu menurut Gubernur, bukan sesuatu yang akrab dengan pabrik besar dan mesin raksasa. Namun dengan pengetahuan, kemauan serta proses ‘Learning By Doing’ atau belajar sambil terus melakukan, industri perkakas serta perakitan mesin sederhana seperti Cold Storage ini bukan hal yang mustahil diwujudkan.

"Saya rasa mesin mesin sederhana seperti ini, bisa diserap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Agar nilai tambah usaha di bidang perikanan dan peternakan atau pertanian semakin maju dan berkembang," tegasnya.

Sementara itu Rektor UTS, Dr. Chairul Hudaya mengatakan, Cold Storage yang diproduksi para civitas akademika UTS ini ramah lingkungan, karena sumber energinya berasal dari energi matahari (solar-powered cold storage).

"Piranti ini dapat digunakan oleh para nelayan, dimana saat wabah Covid-19 ini terdampak karena hasil ikan tangkapannya tidak terserap oleh pasar," ujarnya.

Media pendingin dibutuhkan agar ikan tetap segar dan dapat dikonsumsi dalam waktu yang relatif lama. Biaya listriknya pun menjadi lebih murah karena menggunakan tenaga matahari. (Humas NTB)

Berita Populer Pekan Ini

Pola Pre-Emtif Polri dalam Penanggulangan Radikalisme

H. Lalu Anggawa Nuraksi(Pemerhati Budaya Sasak) Radikalisme dalam Bahasa Indonesia berarti faham yang keras, faham yang tidak mau mengakomodir pendapat orang lain, merasa fahamnya-lah yang...

Gubernur NTB Terbitkan Keputusan Baru Soal Idul Fitri

HarianNusa.com, Mataram - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerbitkan keputusan terbaru yang mengatur tentang penetapan pelaksanaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah...

NTB Terbaik Kedua Indeks Kesembuhan dari Covid-19 di Indonesia

HarianNusa.com, Mataram - Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengikuti rapat koordinasi penanganan Covid-19 di kawasan Indonesia timur. Dalam kesempatan tersebut, Wakil...

Pemprov NTB Raih Predikat WTP untuk ke Sembilan Kalinya dari BPK

HarianNusa.com, Mataram - Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun...