fbpx
23 C
Mataram
Sabtu, Agustus 15, 2020
Update Covid-19 Indonesia
135,123
Total Kasus
Updated on 15/08/2020 6:23 am
Beranda NTB Berkat Intervensi Pemerintah, UMKM di NTB Terus Eksis Ditengah Ujian Gempa dan...

Berkat Intervensi Pemerintah, UMKM di NTB Terus Eksis Ditengah Ujian Gempa dan Pandemi

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Dampak dari bencana gempa bumi dua tahun silam telah merusak aset-aset produksi hampir di seluruh sektor. Dampak yang signifikan dari bencana gempa tersebut mengakibatkan lumpuhnya aktivitas UMKM, menganggu kehidupan ekonomi masyarakat yang tentunya juga berdampak pula pada kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Untuk itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah membantu UMKM melalui pendampingan yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana. Dengan kerjasama tersebut, dua tahun pasca gempa, kelompok yang mendapatkan pendampingan tersebut menunjukan peningkatan yang baik.

Hal tersebut mencuat dalam acara "Temu Bisnis Produk Unggulan UMKM Hasil Pembinaan Pendampingan Ekonomi Masyarakat Terdampak Bencana Gempa" yang digelar di Ballroom Hotel Golden Palace, Kamis, (23/7/2020).

- Advertisement -

Agenda ini menjadi salah satu upaya dalam pengembangan pemasaran dan sebagai ajang dukungan pemerintah terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Provinsi NTB.

Panitia penyelenggara kegiatan, Dr. Sitti Hilyana berharap dengan adanya kegiatan ini dapat mendorong tumbuhnya kesadaran UMKM yang responsif terhadap dunia usaha yang terus berkembang.

"Semoga acara temu bisnis produk unggulan UMKM hasil pembinaan pendampingan ekonomi masyarakat terdampak bencana gempa dapat berjalan dengan lancar dan sukses seiring dengan do’a dan partisipasi masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Marwi salah seorang pelaku usaha kopi dari UMKM Benang Stokel, Desa Aik Berik Kabupaten Lombok Tengah mengungkapkan bahwa usahanya pada saat gempa memang sangat menurun, ditambah lagi dengan pandemi Covid-19. Namun hal itu tidak menurunkan semangatnya untuk terus berusaha. Dengan adanya intervensi kebijakan dari pemerintah, maka UKM bisa terus berproduksi di tengah bencana.

"Bersyukurnya ada JPS Gemilang yang dikeluarkan Gubernur, dari BNPB diberikan support dan lembaga-lembaga perbankan sudah mulai melirik UKM-UKM yang ada," jelasnya.

Marwi yang saat itu mendapatkan bantuan alat-alat pengering dari BNPB tersebut mengaku sangat terbantu dalam meningkatkan ekonomi.

"Jadi tidak terlalu memikirkan hal-hal termasuk Covid itu, yang penting bekerja dengan standar kesehatannya dan berjalan sesuai dengan harapan," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Syae’un dari UKM Putri Rinjani, Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur mengaku sangat terbantu dengan adanya program JPS Gemilang. Ia mengungkapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang sebelumnya hanya memiliki 8 karyawan, namun ketika JPS Gemilang muncul karyawannya bertambah menjadi 15.

"Warga-warga yang tidak punya kerjaan di sekitar, terutama janda-janda yang memiliki anak yatim itu yang kami rekrut menjadi tenaga kerja ketika Covid," tuturnya.

Supriani penenun asal Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara berharap agar Pemerintah dapat memberikan bantuan modal usaha kepada para penenun di tengah pandemi saat ini. Agar penenun-penenun di NTB yang terdampak Covid-19, tidak beralih ke pekerjaan yang lain.

"Karena menurunnya pendapatan, banyak dari ibu-ibu penenun yang beralih profesi untuk mencari pekerjaan yang bisa memberikan penghasilan yang lebih cepat," katanya. (*)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Universitas Warmadewa Buka Penerimaan Mahasiswa Baru, 4 Program Studi Baru Siap Cetak Tenaga Kerja Profesional

HarianNusa.Com, Denpasar - Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Bali dan Indonesia timur, Universitas Warmadewa (Unwar) di tahun 2020 kembali membuka pendaftaran...

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Tahun 2020, TNI AD Rekrut 17.264 Prajurit, Yuk Daftar!!

HarianNusa.Com, Jakarta - Tahun 2020 TNI AD menambah alokasi rekrutmen (penerimaan) prajurit menjadi 17.264 orang. Selain itu prosedurnya juga relatif lebih mudah dan materi...

Merdeka atau Mati

Harmoko (Ketua Umum KAMMI UNRAM) Kalau Tuhan tidak menjadikan perhambaan dan perbudakan, tentu tidak akan timbul keinginan hendak mengejar kemerdekaan. Memang kalau tiada kesakitan, orang tidak...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia