fbpx
23 C
Mataram
Sabtu, Januari 16, 2021
Update Covid-19 Indonesia
882,418
Total Kasus
Updated on 16/01/2021 2:14 am
Beranda NTB Presiden Minta Gubernur yang Pertama Divaksin Covid-19

Presiden Minta Gubernur yang Pertama Divaksin Covid-19

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo meminta seluruh gubernur di Indonesia sebagai orang pertama yang akan divaksin Covid-19. Hal itu ditegaskan presiden untuk memberi contoh yang baik bagi seluruh masyarakat. Sehingga kesadaran akan pentingnya vaksin dapat diterima oleh masyarakat tanpa ada kekhawatiran yang berlarut-larut.

"Di setiap daerah, kita harapkan bahwa orang yang pertama kali disuntik vaksin Covid-19 adalah gubernur di masing-masing daerah," pinta presiden pada Rapat Penanganan Pandemi Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi yang digelar secara virtual di Istana Negara, Rabu (06/01/20).

Pada rapat tersebut, presiden yang didampingi Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin, para menteri terkait serta seluruh gubernur se-Indonesia, menegaskan bahwa kegiatan vaksinasi akan dilakukan setelah BPOM memberikan izin penggunaan darurat diterbitkan. Jika BPOM belum mengeluarkan izin tersebut, maka kegiatan vaksinasi belum bisa dilaksanakan.

- Advertisement -

"Kita berharap semoga semuanya bisa cepat. Kalau semua memenuhi syarat, InsyaAllah vaksinasi akan dimulai pekan depan. Sebab perkiraan penyelesaian vaksinasi akan memakan waktu selama 15 bulan," kata orang nomor satu di Indonesia itu.

Menurut presiden, kegiatan vaksinasi adalah kewajiban bagi seluruh masyarakat Indonesia karena menyangkut kekebalan seluruh bangsa. Meski statusnya kewajiban tapi tidak terkesan memaksa, akan tetapi lebih kepada upaya menyadarkan masyarakat bahwa kesehatan merupakan faktor penting.

"Jika pun masih ada yang tidak mau divaksinasi Covid-19, maka otomatis kesehatan orang lain juga terancam," tegas presiden.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, yang mengikuti kegiatan rapat virtual tersebut mengatakan, memang presiden telah meminta agar para gubernur di setiap daerah menjadi orang pertama yang akan divaksin Covid-19, kemudian dilanjutkan dengan tenaga kesehatan.

"Vaksinasi Covid-19 diperkirakan membutuhkan waktu selama 1 tahun lebih atau selama 15 bulan proses vaksinasi, namun presiden meminta proses vaksinasinya dipercepat bahkan lebih cepat dari perkiraan, " ungkap Ummi Rohmi usai mengikuti rapat secara virtual. (*)

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Ratusan Homestay di NTB Siap Disewa Tamu Moto-GP 2021

Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah, meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB untuk berkoordinasi dan menyiapkan sebaik...

NTB Dapat Tambahan Calon Penerima PKH Sebanyak 43.471 KK

HarianNusa.com, Mataram - Kementerian Sosial RI telah menurunkan data calon Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Provinsi NTB. Kuota tambahan calon Keluarga Penerima sebanyak...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia