fbpx
23 C
Mataram
Minggu, Februari 28, 2021
Update Covid-19 Indonesia
1,329,074
Total Kasus
Updated on 28/02/2021 5:11 am
Beranda NTB Perketat Prokes, TGH. Hazmi Hamzar Dukung Proses KBM Tatap Muka

Perketat Prokes, TGH. Hazmi Hamzar Dukung Proses KBM Tatap Muka

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB memulai proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada awal Januari lalu. Kebijakan dikbud ini mendapat dukungan dari anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, TGH Hazmi Hamzar. Ia mengaku mendukung kebijakan Dikbud NTB dalam memulai proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka ditengah pandemi COVID-19.

Namun demikian, Politisi PPP ini menegaskan, agar proses KBM di sekolah harus benar-benar mengedepankan protokol kesehatan Covid 19 yang ketat. Yakni dengan “3M”, tetap memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, dan menjaga jarak.

Ia menyebutkan ada beberapa alasan proses KBM tatap muka harus dilakukan. Selain para siswa dinilai mulai jenuh di rumah, orang tua juga kewalahan mengajarkan anak mereka.

- Advertisement -

“Disisi lain, orang tua tidak memiliki disiplin ilmu yang cukup untuk mengajar,” ujarnya saat diwawancara di Kantornya, Kamis, (21/01/2021).

Menurutnya, ini menjadi beban baru dan dapat menimbulkan persoalan baru jika anak cukup lama dibiarkan berdiam di rumah. Karena anak-anak didik akan merasa sangat jenuh dan orang tuanya tidak selamanya bisa memantau keberadaan anaknya serta mengajarinya, karena harus bekerja.

“Harus dibuka pendidikan ini dengan menerapkan protokol kesehatan Covid 19 yang ketat. Jadi semuanya berjalan, pembelajaran dari tingkat TK sampai perguruan tinggi harus berjalan dengan SOP yang ketat terkait prokes tadi,” ujarnya.

Dalam proses KBM tatap muka juga harus mengatur jumlah siswa yang akan mengikuti pelajaran sehingga tidak membludak dan menimbulkan kerumunan.

"Harus ada pola, dan mungkin bisa diatur oleh pihak sekolah. Misalnya bergiliran atau bergantian, ya harus ada shift," tambahnya.

Selain Pendidikan formal, ia juga mengatakan pengajian-pangajian dan majlis taklim juga tetap dibuka dengan mematuhi protokol kesehatan Covid 19 yang ketat. (f3)

- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Pemkab Lobar Menangkan Sengketa Lahan Puskesmas dan Pasar Seni

HarianNus.com, Lombok Barat - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kembali memenangkan sengketa aset daerah. Kali ini pemkab Lobar menang atas sengketa lahan puskesmas dan pasar...

Puluhan Wartawan di NTB Ikuti UKW

HarianNusa.com, Mataram - Puluhan wartawan dari berbagai media baik online, cetak, dan radio di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia