fbpx
23 C
Mataram
Selasa, September 29, 2020
Update Covid-19 Indonesia
278,722
Total Kasus
Updated on 28/09/2020 8:54 pm
Beranda Hukum & Kriminal Dua Juru Parkir di Mataram Perkosa Anak di Bawah Umur

Dua Juru Parkir di Mataram Perkosa Anak di Bawah Umur

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Sat Reskrim Polres Mataram melakukan penangkapan dua orang yang berprofesi sebagai juru parkir, Kamis (12/10) kemarin. Keduanya ditangkap di Lombok Barat.

Kedua pelaku diketahui bernama Afang (25) asal Lombok Barat dan Bejo (32) asal Lombok Tengah. Keduanya secara bergilir menyetubuhi seorang anak di bawah umur asal Kecamatan Pujut, Lombok Tengah pada Sabtu (6/5) silam.

Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK saat menggelar ekspos kedua pelaku, mengatakan, kedua pelaku sempat masuk pada daftar pencarian orang (DPO) hingga tertangkap kemarin.

- Advertisement -

“Kedua pelaku sempat menjadi DPO, sampai pada Kamis kemarin Sat Reskrim Polres Mataram melakukan penangkapan keduanya di rumah Afang di Lombok Barat,” ujarnya dengan didampingi Kanit PPA Polres Mataram dan Kasubag Humas Polres Mataram.

Awal kejadian bermula saat Afang menjemput korban yang masih duduk di bangku kelas dua SMA di rumah gurunya saat belajar sekitar pukul 23.00 Wita. Afang diketahui merupakan kekasih korban. Ia berdalih akan menonton konser musik di Mataram. Namun saat korban menurutinya, ia justru membawa korban di sebuah hotel di Cakranegara, Kota Mataram.

Afang (kanan) dan Bejo (kiri) pelaku pemerkosa anak di bawah umur. (satria/hariannusa.com)

“Pelaku berdalih akan membawa korban menonton konser musik. Sampai di tengah jalan, pelaku bertemu rekannya Bejo. Kemudian mereka ke hotel dan secara bergiliran menyetubuhi korban,” jelasnya.

Afang juga kerap kali membujuk korban dengan mengiming-imingi akan menikahi korban. Sehingga korban mau menurutinya. Polisi juga menyita celana dalam korban, BH milik korban dan celana panjang yang digunakan korban saat diperkosa pelaku.

Atas perbuatannya, pelaku terancam Pasal 81 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara Afang, saat ditanya mengatakan telah berpacaran dengan korban sejak dua minggu sebelumnya. Ia kenal dengan korban saat berada di sebuah jalan di Kekeri, Gunung Sari, Lombok Barat.

“Pacaran dua minggu. Saya kenal dengan dia (korban) waktu ketemu di Kekeri,” ujarnya.

Ia mengatakan tidak keberatan saat kekasihnya tersebut disetubuhi oleh rekannya. Menurutnya, karena rekannya saat itu tengah bernafsu dengan korban.

“Karena dia (Bejo) juga mau. Enggak keberatan saya,” ucapnya. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

BPKH dan DT Peduli Berikan Ambulance Gratis untuk Ponpes Darul Iman di KLU

HarianNusa.Com - Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhid (DT) Peduli bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberikan bantuan kemanusiaan berupa satu...

Pemilik Bisnis Judi Togel Online Omzet Miliaran Rupiah Kini Berakhir di Jeruji Besi

HarianNusa.com, Mataram - Bisnis judi online yang dilakukan pria berinisial MAP (38 tahun) harus berakhir di jeruji penjara Polresta Mataram. Ia dibekuk oleh Tim...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia