fbpx
23.7 C
Mataram
Jumat, Maret 22, 2019

Budayakan Politik Santun dalam Pilkada 2018

- Advertisement -

Oleh: Drs. H. L. Anggawa Nuraksi “Pemerhati Budaya Adat Sasak”

Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) secara serentak di tahun 2018 sudah diambang pintu. Diprogramkan pada Bulan Juni 2018 yang akan datang. Tensi politik sudah mulai merayap naik. Kontestan PILKADA, baik pasangan calon, partai politik, maupun masyarakat pendukung diharapkan tidak terbawa emosi dan bisa menjadi kontestan yang cerdas, antara lain dengan membudayakan politik santun. Politik santun adalah politik yang  sejalan dengan budaya yang kita miliki, yaitu politik yang berakhlak, beretika, bermoral dan bermental yang kuat.

Politik santun sesungguhnya merupakan gambaran demokrasi yang baik.  Kesantun akan memberikan kontribusi pada pengembangan kehidupan berdemokrasi. Kemajuan demokrasi akan runtuh jika tidak diikuti kehidupan demokrasi yang santun. Fenomena kebebasan yang kebablasan terlihat jelas ketika dalam konteks pertarungan politik ada pembunuhan karakter di antarapasangan calon kepala daerah.

Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang  memiliki peradaban dengan beragam budayanya yang penuh dengan norma-norma kesantun. Kesantunan merupakan ajaran dari leluhur kita yang sudah menjadi tradisi turun-temurun.  Dalam berbagai aspek kehidupan, leluhur kita mengajarkan agar selalu menjaga kesantunan dalam berbagai aspek kehidupan. Begitupun halnya dalam dunia politik,  kita harus santun untuk menghindari ketersinggungan atau konflik di antara para kontestan.

- Advertisement -

Memang, Pemilihan Kepala Daerah, sesungguhnya adalah pertarungan kepentingan dengan embel-embel berjuang untuk kepentingan rakyat, namun kadang kala mereka lupa akan pentingnya berpolitik secara santun. Kata-kata kasar da nkeras, saling tuding, saling tunjuk,  bahkan sampai membalikkan meja karena rasa ego yang tidak mampu dikendalikan sering kita saksikan dilakukan oleh para politisi kita.

Berpolitik santun tidaklah berarti sang kontestan lemah, mudah terbawa arus atau mudah diintervensi. Dengan kesantunan dalam berpolitik maka kawan dan lawan politik akan menjadi segan. Memang, budaya politik santun Bangsa Indonesia sekarang ini sedang diuji dengan ketamakan dan kerakusan yang telah menutupi kesopansantun sebagai Bangsa Indonesia, di mana para kontestan melakukan manuver politik dengan berbagai cara demi mendapatkan kekuasaan.

Para kontestan sering melanggar etika dalam berkampanye, seperti menggunakan tempat ibadah, membagi-bagikan uang atau sembako. Para kontestan harus tahu mana yang pantas dan tidak pantas karena hal itu juga merupakan bagian dari etika berpolitik. Tanpa kesantunan akan merugikan kontestan itu sendiri dan dapat menyeret negara pada konflik yang merusak kesatuan bangsa. Berpolitik secara santun dalam PILKADA bisa melahirkan kader-kader yang memiliki sifat kenegarawanan.

Medan politik memang keras, saling sikut untuk merebut kekuasaan. Namun bukan berarti berpolitik secara santun tidak bisa dilakukan. Para kontestan di PILKADA  tetap dapat meyakinkan hati masyarakat untuk memilihnya tanpa harus meninggalkan kesantunan dalam berpolitik. Jangan jadikan kesantun sebagai topeng untuk mendulang dukungan konstituen. Kontestan memberikan pencitraan agar terlihat santun namun akhirnya setelah menang dan menduduki jabatan menjadi koruptor.

Persaingan dalam dunia politik antarkontestan di PILKADA memang menjadi hal yang biasa dan tidak bisa dihindarkan. Kita berharap para kontestan bersaing untuk kepentingan daerahnya yang tercermin dalam kesantunan mereka berpolitik dan menghindari cara-cara kotor dalam memperoleh kekuasaannya.

Dalam menerapkan politik santun dapat dimulai dengan cara-cara sederhana, seperti menjaga lisan agar tidak melontarkan kata-kata kasar yang tidak senonoh agar harmonisasi juga terjaga. Berhati-hati dalam berdebat dengan lawan politik, serta memilih dan memilah bahasa yang baik dan benar dalam berkampanye.

Mewujudkan politik santun dalam pilkada serentak 2018 merupakan tugas kita semua sebagai anak bangsa. Hal  itu sering disampaikan oleh Kapolda NTB dalam setiap kuinjungannya ke Kabupaten maupun Kota yang ada di Nusa Tenggara Barat. Mari  harapan beliau kita dukung sebagai harapan kita juga agar Nusa Tenggara Barat tetap kondusip.

Mengakhiri tulisan ini, sebagai penutup penulis menyampaikan bahwa politik akan santun jika yang menjalankannya juga santun. Wajib pemilih akan percaya jika yang memimpinnya dapat dipercaya. Politik memang kejam namun dapat diredam dengan kesantunan.

Komentar

- Advertisement -

Berita Lainnya

Hari Ini, Jokowi Datang ke Lombok Lagi

HarianNusa.com - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo berencana akan mengunjungi Lombok pada Jumat,...

KPK Bersama KPU NTB Gelar Bimtek LHKPN Bagi Parpol

HarianNusa.Com - Direktorat PP LHKPN Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) RI bekerjasama dengan KPU Provinsi NTB...

Imigrasi Mataram Deportasi 8 WNA

HarianNusa.Com – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram mendeportasi 8 WN Amerika Serikat (AS) yang...

Rumah Warga Akan “Disulap” Jadi Homestay Saat MotoGP Lombok

HarianNusa.com - Pergelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika Lombok Tengah pada 2021, tidak hanya menjadi penambah...

Share Berita ini

Paling Populer

Antisipasi Ada ‘Nyongkolan’ saat MotoGP, Pemerintah Bangun Bypass

HarianNusa.com - Pemerintah Indonesia tampaknya mempersiapkan dengan matang pergelaran MotoGP 2021 yang digelar di Sirkuit...

Diduga Terlibat Edarkan Narkoba, Oknum Polisi di Lombok Dituntut 13 Tahun

HarianNusa.com - Seorang oknum polisi di Lombok, Nusa Tenggara Barat dituntut 13 tahun penjara oleh...

Pembebasan Lahan akan Dilakukan Jelang MotoGP di Lombok

HarianNusa.com - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan Rp1,2 triliun...

Berita Terbaru

Hari Ini, Jokowi Datang ke Lombok Lagi

HarianNusa.com - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo berencana akan mengunjungi Lombok pada Jumat,...

KPK Bersama KPU NTB Gelar Bimtek LHKPN Bagi Parpol

HarianNusa.Com - Direktorat PP LHKPN Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) RI bekerjasama dengan KPU Provinsi NTB...

Imigrasi Mataram Deportasi 8 WNA

HarianNusa.Com – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram mendeportasi 8 WN Amerika Serikat (AS) yang...

Rumah Warga Akan “Disulap” Jadi Homestay Saat MotoGP Lombok

HarianNusa.com - Pergelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika Lombok Tengah pada 2021, tidak hanya menjadi penambah...

Share Berita ini

Komentar