Hariannusa.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berencana menghapus Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) apabila pasangan Prabowo-Sandiaga Uno menang pada pilpres 2019 mendatang.

Penghapusan pajak kendaraan bermotor ini nantinya ditujukan untuk mengurangi beban hidup masyarakat kecil.

“Orang kaya sudah mendapat teks amnesti pajak, orang-orang besar sudah mendapat fasilitas pajak dari negara, masa pajak kendaraan bermotor aja dikurangi orang akan ribut. Sudah saatnya rakyat ini senang,” ungkap Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi NTB, Johan Rosihan, ST., Selasa (27/11).

Menurut Politisi PKS itu, jika pemerintah daerah khawatir penghapusan pajak kendaraan bermotor ini nantinya berakibat pada menurunnya PAD maka seharusnya pemda mencari pendapatan lain.

Kedua, lanjutnya, ia melihat ini sebagai pintu masuk untuk merubah Undang-undang nomor 28 Tentang Pajak.

“Kenapa ini saya katakan jalan masuk karena perubahan kewenangan tidak disertai dengan kewenangan anggaran,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, laut, hutan, tambang kewenangannya sudah beralih ke provinsi tetapi ijin dan pajaknya ada di kabupaten. Menurutnya perubahan kewenangan itu harusnya disertai perubahan pendapatan.

“Jadi jika hal ini ditata dengan baik, pemerintah provinsi tidak akan bangkrut dengan tidak adanya pajak kendaraan bermotor. Manfaatkan aja tiga kewenangan ini, maksimalkan potensi kekayaan yang mereka miliki ini, tidak akan kekurangan PAD,” jelas Calon DPR RI Dapil Pulau Sumbawa ini.

Bagi Johan, pemerintah yang kreatif tidak akan mengandalkan pendapatan dari pajak tetapi yang diandalkan adalah bagaimana mengambil PAD itu dari sektor retribusi karena itu merupakan bentuk nyata mereka (pemerintah,red) memberikan pelayanan publik.

“Kalau pajak ini kan, ada atau tidak ada pelayanan publik rakyat wajib membayar tetapi kalau retribusi, pemerintah tidak akan berani mengambil retribusi kalau tidak memberikan pelayana. Retribusi ini ada dua retribusi jasa umum dan retribusi jasa usaha. Sebaiknya yang diperbesar itu retribusi jasa usaha,” pungkasnya. (f3)

Komentar