HarianNusa.com – Gempa 7,0 magnitudo di Lombok membuat banyak bangunan hancur. Tidak terkecuali sekolah bersejarah, Taman Kanak-Kanak (TK) YPRU, Kota Mataram yang rusak terdampak gempa.

Beruntung, Yayasan LIA, sebuah yayasan nasional yang bergerak di
bidang pendidikan, membantu dana untuk rehabilitasi gedung sekolah tersebut.

Penyerahan dana bantuan dilakukan
Sekretaris Pengurus Yayasan LIA, Dr Cut Kamaril Wardani kepada Kepala TK YPRU, Korbita Eriati, Sabtu (1/12) di aula belakang TK YPRU, Kota Mataram.

Foto bersama usai penyerahan bantuan. (sat)

Hadir dalam penyerahan bantuan tersebut, Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi, Kepala Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA)
Jakarta, Dewi Yudasari, para guru TK, siswa dan sejumlah alumni TK YPRU.

“Bantuan ini terkumpul karena rasa empati keluarga besar Yayasan LIA terhadap musibah gempa bumi di Lombok beberapa waktu lalu. Dana ini dari para pengurus, guru,
dan iuga siswa di seluruh jaringan pendidikan Yayasan LIA,” kata Sekretaris Pengurus Yayasan LIA, Dr Cut Kamaril Wardani.

Dijelaskan, keluarga besar Yayasan LIA mengumpulkan dana itu sejak gempa Lombok terjadi Juli-Agustus lalu. Namun penyaluran baru dilakukan saat ini, karena Yayasan LIA menginginkan dana bantuan tersebut bisa tepat sasaran dan
bermanfaat.

“Ada banyak pertimbangan sampai akhirnya, kami menemukan bahwa ada TK bersejarah di Kota Mataram. TK YPRU yang menjadi sekolah heritage ini akhirnya kami putuskan
sebagai penerima bantuan, katanya.

Yayasan LIA menyalurkan bantuan senilai sekitar Rp166 juta lebih, untuk pembangunan rehabilitasi gedung TK yang sebagian besar rusak atapnya.

Cut Kamaril berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi TK YPRU untuk kembali bangkit pasca bencana, dan bisa kembali
menyediakan fasilitas pendidikan untuk anak usia dini di Kota Mataram dengan maksimal.

Kepala TK YPRU, Korbita Eriati mengucapkan terimakasih dan apresiasi sebesarnya kepada
Yayasan LIA yang sudah peduli dan
membantu dana untuk rehabilitasi TK

“Akibat gempa bumi yang lalu, gedung TK rusak cukup parah. Dengan bantuan ini kami sangat bersyukur dan berharap aktivitas
pendidikan di TK ini bisa segera normal kembali,” katanya.

Menurutnya, TK YPRU saat ini memiliki 6 orang guru dan sekitar 70 orang murid TK Bersejarah dari Zaman Belanda TK YPRU yang berlokasi di Jalan Kamboja, Kota Mataram merupakan salah satu lembaga pendidikan bersejarah di Kota Mataram dan NTB umumnya.

TK yang didirikan sejak tahun 1934 ini, juga menjadi saksi bisu zaman penjajahan Belanda, invasi pasukan NICA Jepang, dan juga masa perjuangan kemerdekaan RI di
Pulau Lombok. (sat)

Komentar