fbpx
23 C
Mataram
Senin, Juni 1, 2020
Update Covid-19 Indonesia
26,473
Total Kasus
Updated on 31/05/2020 6:46 pm
Beranda Nasional Hadir di Belitung Expo 2019, Balitbangtan dapat Apresiasi Wagub Kepulauan Bangka Belitung

Hadir di Belitung Expo 2019, Balitbangtan dapat Apresiasi Wagub Kepulauan Bangka Belitung

HarianNusa.com Setelah memeriahkan Agro Food Expo 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) pada 27-30 Juni 2019, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) kembali hadir di Belitung Expo pada 1-5 Juli 2019 di Pantai Wisata Tanjungpendam, Kabupaten Belitung.

Sama seperti pameran sebelumnya, pada Belitung Expo, Balitbangtan menampilkan beberapa varietas unggul baru, teknologi pertanian, dan produk-produk pascapanen yang dihasilkan Balitbangtan melalui beberapa unit pelaksana teknis (UPT). UPT yang dimaksud diantaranya Pusat Litbang Tanaman Pangan, Pusat Litbang Hortikultura, Pusat Litbang Peternakan, Pusat Litbang Perkebunan, Balai Besar Biogen, Balai Besar Padi, BBSDLP, BBP2TP dan BPATP.

Kepala Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP), Dr. Retno Sri Hartati Mulyandari menyebutkan, keterlibatan Balitbangtan dalam Belitung Expo 2019 memberi dampak yang besar dalam mendiseminasikan hasil pertanian. Menurutnya, pameran merupakan salah satu cara yang efektif untuk mempromosikan hasil penelitian.

“Minggu lalu kita sukses mengikuti pameran di JCC, minggu ini kita lanjut di Belitung. Ini merupakan salah satu media yang efektif karena kita bisa berhadapan dan mengenalkan langsung hasil-hasil penelitian ke masyarakat,” ujar Retno.

“Harapan kita, dengan adanya pameran ini produk-produk dan teknologi hasil penelitian Balitbangtan segera masif dan membumi menjadi inovasi, serta manfaatnya dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Hadirnya Balitbangtan dalam Belitung Expo 2019 ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah menyebutkan, petani di daerahnya sangat membutuhkan teknologi tepat guna karena dapat diterapkan oleh seluruh petani dan memudahkan mereka dalam mengolah lahan pertaniannya menjadi lebih efektif dan efisien.

“Saya senang kalau ada pihak (Balitbangtan) yang terjun langsung dan turut aktif dalam kegiatan-kegiatan seperti ini. Karena di kegiatan ini akan ada transformasi ilmu kepada petani dan mereka bisa langsung menerapkannya,” ungkap Fatah saat mengunjungi stand Balitbangtan pada Senin Sore (1/7/2019).

Fatah berharap Balitbangtan dapat terus menghasilkan bibit-bibit baru (varietas unggul baru) yang dapat diterima oleh masyarakat luas. “Pada prinsipnya petani di sini siap mengembangkan hasil penelitian Balitbangtan. Asal mendapat arahan dan panduan yang benar, pasti mereka siap,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Belitung Expo 2019 merupakan acara yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Belitung untuk memeringatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan (HJKT) ke 181.

Kegiatan ini diresmikan oleh Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah, dan dihadiri oleh Bupati Belitung Sahani Saleh, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, DPRD, serta Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait lainnya.

Berita Populer Pekan Ini

Universitas Mataram Gelar Wisuda Daring di Masa Pandemi Covid-19

HarianNusa.com, Mataram - Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 berdampak terhadap merebaknya wabah virus baru bernama SARS-CoV-2. Menyikapi munculnya virus jenis baru tersebut,...

Sesaot Tetap Kondusif Meski Obyek Wisatanya Ditutup

HarianNusa.com, Lombok Barat - Kepala Desa Sesaot Kecamatan Narmada-Lombok Barat, Yuni Hari Seni menyatakan, penutupan lokasi wisata Sesaot dan sekitarnya adalah salah satu alternatif...

Tempat Wisata Sepi, Masyarakat Pulau Lombok Dinilai Faham Anjuran Pemerintah dalam Pencegahan Covid-19

HarianNusa.com, Mataram - Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, SIK, bersama Dandim 1606 WB Kol. Czi Efrijon Khroll memantau situasi kawasan Wisata di...

Pola Pre-Emtif Polri dalam Penanggulangan Radikalisme

H. Lalu Anggawa Nuraksi (Pemerhati Budaya Sasak) Radikalisme dalam Bahasa Indonesia berarti faham yang keras, faham yang tidak mau mengakomodir pendapat orang lain, merasa fahamnya-lah yang...