fbpx
23 C
Mataram
Minggu, Oktober 17, 2021
Update Covid-19 Indonesia
4,232,099
Total Kasus
Updated on 14/10/2021 6:27 pm
BerandaNTBSistem Keamanan di Pelabuhan harus Diperkuat

Sistem Keamanan di Pelabuhan harus Diperkuat

- Advertisement -
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Dalam rangka mencegah penyebaran Covid 19 di Nusa Tenggara Barat, pintu masuk baik di bandara maupun di pelabuhan penyeberangan harus diperketat.

Wakil Gubernur NTD, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah menyatakan, mencegah penyebaran Covid 19 ini tidak bisa hanya dilakukan satu pihak. Namun dibutuhkan kerjasama seluruh stakeholder. Hal tersebut disampaikannya menanggapi adanya pemalsuan dokumen surat keterangan hasil rapid tes antigen yang ditemukan oleh pihak berwajib.

"Dari segi sistem juga harus kita perbaiki," ungkapnya saat diwawancara sejumlah media usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD NTB, Jumat, (29/01/2021).

- Advertisement -

Sementara Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi yang juga mantan Kadiskes NTB tersebut menambahkan, di NTB ada 34 Laboratorium yang melakukan pemeriksaan rapid tes antigen yang terlebih dahulu didisposisi oleh dinas kesehatan bersama himpunan ahli patologi klinik. Ia mengatakan pelaku perjalanan melalui bandara akan dimintai mengisi e-HAC, jika tidak mendapat rekomendasi dari dinas kesehatan maka tidak akan bisa masuk e-HAC (elektronik Health Alert Card).

"Sehingga di bandara itu relatif aman dari pemalsuan karena adanya eHAC itu, nah celahnya memang di laut (pelabuhan penyebrangan laut, red)," ungkapnya.

Ia mengatakan, sistem perjalanan melalui pelabuhan laut harus diperkuat. Dengan diketahui adanya pemalsuan tersebut, lanjutnya, artinya penjagaan di pelabuhan cukup kuat.

"Nah kita akan melihat siapa yang berperan dalam pemalsuan (keterangan rapid tes antigen, red) ini," ujarnya.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB menangkap tersangka pemalsu surat keterangan bebas Covid-19, berinisial EZZ , warga Jln. Energi, Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Tersangka ditangkap, setelah diketahui membuat rapid antigen untuk 15 orang jamaah tabligh yang akan menyeberang melalui pelabuhan Lembar.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan, dengan ancaman hukumannya selama 6 tahun penjara. (*3)

Ket foto:

(1). Wakil Gubernur NTD, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah. (Istimewa)

(2). Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi. (HarianNusa.com)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

- Advertisment -