Hashtag #UnramBanjirKTP Kalahkan #ProfSunarpiNTB1

617
Ilustrasi

HarianNusa.com, Mataram – Pasca edaran pengumpulan KTP untuk mahasiswa baru dan orang tua mahasiswa di Universitas Mataram (Unram), beredar luas tanda pagar atau hashtag bertulis #UnramBanjirKTP. Hashtag tersebut mencapai lebih dari seribu yang bertebaran di berbagai media sosial.

Banyak mahasiswa menduga bahwa pengumpulan KTP tersebut sebagai ajang politik praktis untuk memuluskan Rektor Unram, Prof Sunarpi maju menjadi Cagub NTB 2018.

“Validasi biodata dan orang tua tapi kok malah ke politik. #UnramBanjirKTP,” tulis seorang pengguna facebook.

“Jangan kasi kendor, bergerak atau tergantikan. #UnranBanjirKTP,” tulis akun lainnya.

Sebagian besar hashtag #UnramBanjirKTP bertebaran pada media sosial facebook. Tidak hanya itu, hashtag serupa juga bertebaran di twitter, dan juga video di laman berbagi video youtube.

Uniknya, tagar tersebut mengalahkan tagar #ProfSunarpiNTB1 yang dibagikan beberapa pendukung rektor dua periode ini untuk maju dalam bursa Pilgub NTB 2018 mendatang.

Tagar tersebut semakin ramai pasca penjemputan Sekjen BEM Unram, Lalu Onang Wahyu Pratama, oleh tiga satpam kampus, Kamis (3/8) lalu. Onang dijemput menghadap rektor pasca menulis status kritis di media sosial mempertanyakan motif pengumpulan KTP di Unram.

Baca Juga:
Fotocopy KTP Itu Mau Diapain?
Kritis Di Medsos, Mahasiswa Unram Dijemput Satpam Kampus

Meskipun demikian, pihak rektorat telah membantah bahwa pengumpulan KTP bukan motif politik praktis, melainkan sebagai validasi wajib bagi mahasiswa baru masuk Unram.

Unram tentunya bukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang kerap melakukan validasi data penduduk. Mahasiswa berharap marwah pendidikan tetap hidup jauh dari hiruk-pikuk politik praktis menjelang pemilu. (sat)