Pembobolan ATM di Lombok, Kerugian BRI Lebih dari 3 Miliar

205
Polda NTB menggelar ekspos tiga WNA asal Bulgaria pelaku pembobolan ATM di Gili Trawangan. (satria/hariannusa.com)

HarianNusa.com, Mataram – Pembobolan ATM yang dilakukan tiga WNA asal Bulgaria menambah deretan panjang kasus peretasan pin ATM nasabah BRI di Lombok.

Sepanjang tahun 2016 hingga 2017, terdapat 10 ATM BRI yang dibobol menggunakan teknik skimming. ATM BRI yang dibobol meliputi ATM BRI Unit Ampenan, ATM BRI depan Metzo, depan Villa Kunci, tiga ATM BRI di Gili Air dan empat ATM BRI di Gili Trawangan.

Dari sejumlah kasus tersebut jumlah nasabah yang menjadi korban tak terhitung. Puncaknya pada Oktober 2016 lalu. Diperkirakan ribuan warga Lombok menjadi korban pembobolan ATM tersebut. Pelakunya disinyalir ketiga WNA asal Bulgaria. Ketiga WNA tersebut merupakan jariangan Bali yang melancarkan aksinya di Lombok.

“Total yang kemarin (2016) BRI ganti rugi lebih dari Rp 3 miliar. Nasabah (korban) gak bisa terhitung saking banyaknya. Kalau di 2017 belum ada, karena dapat dicegah lebih dulu,” ujar Pimpinan Bank BRI Cabang Mataram, Moh. Harsono ditemui di Polda NTB, Senin (18/9).

Mengantisipasi hal tersebut, kini BRI telah membentuk patroli ATM yang setiap harinya melakukan cek di setiap ATM. Jika menemukan alat skimmer yang terpasang, BRI melaporkannya pada polisi. Sehingga kejahatan tersebut dapat diminimalisir.

Pembobolan ATM menggunakan teknik skimming merupakan duplikasi data nasabah secara ilegal melalui alat perekam pin ATM yang disebut skimmer. Alat tersebut biasanya diletakan di knopi ATM. Alat tersebut dilengkapi mini camera seukuran jarum yang dapat merekam pin yang dimasukan nasabah.

Alat tersebut dilengkapi memori yang dapat merekam setiap data nasabah. Begitu pin nasabah telah terekam, pelaku kemudian mencabut alat skimming tersebut, kemudian membuat kartu ATM ganda. Pelaku kemudian menarik dana nasabah dengan pin yang telah direkam tersebut.

Pelaku skimming biasanya menargetkan ATM yang terletak di daerah wisata, karena putaran uang pada daerah tersebut meningkat, sehingga dapat mengambil dana nasabah yang memiliki dana berjumlah besar di ATM.

Sebelumnya, Tiga WNA asal Bulgaria ditangkap saat kedapatan melakukan pembobolan ATM BRI di Gili Trawangan, Sabtu (16/9). Ketiga WNA tersebut masing-masing bernama Vladimir Hristoforov Veleb, Stancho Mihaylov Stanev dan Mitko Venelinov Borisof. Polisi masih meburu dua jaringan pelaku yang saat ini diduga berada di Bali.

Cara menghindari pembobolan ATM

Harsono menambahkan, untuk menghindari nasabah menjadi korban skimming, nasabah disarankan mengganti pin usai melakukan penarikan. Cara tersebut tampaknya belum sepenuhnya aman, pasalnya saat mengganti pin di ATM yang sama, alat skimmer masih dapat merekam pin yang baru diganti. Untuk itu ia menambahkan cara paling aman dengan menggunakan ATM Banking.

“Habis transaksi sebaiknya mengganti pin, atau beralih dari ATM ke mobile bangking,” ucapnya. (sat)

Baca: