fbpx
23 C
Mataram
Jumat, Mei 22, 2020
Update Covid-19 Indonesia
20,162
Total Kasus
Updated on 22/05/2020 6:55 am
Beranda Lombok Utara Satgas Rekonstruksi dan Rehabilitasi Bantu Bangun Huntap, Ini Kendala Yang Dihadapi

Satgas Rekonstruksi dan Rehabilitasi Bantu Bangun Huntap, Ini Kendala Yang Dihadapi

HarianNusa.com – Sejak diresmikan sebagai perpanjangan Kogasgabpad pada tanggal 21 November 2018 lalu, Satgas Rekonstruksi dan Rehabilitasi NTB terus berupaya membantu masyarakat korban gempa terutama pembangunan rumah hunian tetap (Huntap) di seluruh kabupaten dan kota yang terdampak gempa di NTB pada Agustus 2018 lalu.

Hal itu diungkapkan Dansubsatgas II wilayah Kabupaten Lombok Utara Mayor Inf I Nyoman Dirga, SH. MH., saat membantu pembangunan Rumah Instan Sehat dan Sederhana (Risha) di Lombok Utara, Jumat (30/11).

Dilanjutkannya, Satgas Rekonstruksi dan Rehabilitasi bersama Pemerintah Daerah akan berupaya semaksimal mungkin untuk pembangunan huntap baik Risha, Riko maupun Rika mengingat sekarang sudah mulai musim hujan.

“Kasihan saudara-saudara kita yang rumahnya sudah tidak ada lagi, kemana mereka akan berteduh dan tidur kalau musim hujan seperti ini,” kata Dirga.

Dirga mengatakan, saat ini, ia bersama anggota Babinsa juga sedang melakukan pendataan ulang jumlah Kelompok masyarakat (Pokmas) yang ada diseluruh desa dan pendampingan sosialisasi pembangunan rumah Risha, Riko dan Rika serta pembuatan Posko informasi tentang rekonstruksi dan rehabilitasi di tiap-tiap desa yang anggotanya ada dari PUPR, Babinsa dan Babinkamtibmas sehingga masyarakat tidak kebingungan untuk mencari informasi.

Terpisah, Dansatgas Rekonstruksi dan Rehabilitasi Kolonel Inf H. Farid Makruf, MA., memberikan apresiasi kepada anggota Satgas yang dipimpinnya.

“Terimakasih atas kerjasama seluruh anggota yang telah dengan tulus ikhlas membantu saudara kita korban gempa baik di Lombok maupun Sumbawa,” kata Farid.

Meski demikian, Farid mengakui dalam proses rekonstruksi ini, ada beberapa kendala yang dihadapi dilapangan terutama terkait dengan minimnya jumlah aplikator yang mencetak panel Risha dihadapkan dengan jumlah rumah yang akan dibangun, belum adanya ketetapan harga bahan bangunan untuk rumah Riko dan perizinan pemanfaatan kayu untuk rumah Rika.

“Namun kami bersama Pemda terus mendorong dan membantu fasilitator untuk bekerja secara masif sehingga kendala-kendala tersebut bisa teratasi dengan baik termasuk pembuatan daftar harga bahan bangunan,” paparnya.

Farid juga menghimbau agar masyarakat tetap bersabar terhadap musibah dan ujian ini. “Mari kita berdoa bersama-sama agar semua yang kita upayakan ini bisa berjalan aman dan lancar sehingga masyarakat korban gempa bisa memilliki rumah kembali,” pungkas mantan Danrem 162/WB tersebut. (f3)

Berita Populer Pekan Ini

Pola Pre-Emtif Polri dalam Penanggulangan Radikalisme

H. Lalu Anggawa Nuraksi(Pemerhati Budaya Sasak) Radikalisme dalam Bahasa Indonesia berarti faham yang keras, faham yang tidak mau mengakomodir pendapat orang lain, merasa fahamnya-lah yang...

Gubernur NTB Terbitkan Keputusan Baru Soal Idul Fitri

HarianNusa.com, Mataram - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerbitkan keputusan terbaru yang mengatur tentang penetapan pelaksanaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah...

SKB Tentang Salat Idul Fitri DICABUT ! Gubernur NTB Serukan Salat Idul Fitri di Rumah dan Mall Ditutup

HarianNusa.com, Mataram - Pemerintah provinsi NTB mencabut Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang diperbolehkannya Salat Idul Fitri di daerah-daerah yang dinyatakan bebas Corona.“Kami mengimbau masyarakat...

Pemprov NTB Raih Predikat WTP untuk ke Sembilan Kalinya dari BPK

HarianNusa.com, Mataram - Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun...