fbpx
23 C
Mataram
Sabtu, November 27, 2021
Update Covid-19 Indonesia
4,255,672
Total Kasus
Updated on 27/11/2021 2:06 pm
BerandaOpiniPemimpin NTB Pasca TGB

Pemimpin NTB Pasca TGB

Oleh: Muhammad Isnaini (Mahasiswa Fakultas Hukum UNRAM)

- Advertisement -
- Advertisement -

Prestasi dan penghargaan yang masih hangat dalam memori kita adalah penghargaan sebagai daerah wisata halal. Dari tiga kategori yang diraih oleh Indonesia, NTB meraih dua kategori yaitu World’s Best Halal Honeymoon Destination dan World’s Best Halal Tourism Destination.   Masih di bidang pariwisata, NTB juga mendapat penghargaan Goverment Award 2015 sebagai provinsi terbaik dalam pengembangan pariwisata di Indonesia. Kemudian NTB meraih penghargaan BUMN tiga kategori sekaligus, yaitu kategori Top Pembina BUMD, Top BPD dan BUMD, Top CEO BUMD. Yang sangat membanggakan pula di tengah perekonomian Indonesia kurang baik, NTB malah mendapat predikat sebagai provinsi dengan pertumbuhan perekonomian terbaik se-Indonesia, dengan tingkat pertumbuhan ekomomi 9,6 persen sampai triwulan III tahun 2015. Juga masih banyak penghargaan lainnya yang tidak penulis uraikan.   Bukan hanya perhargaan-penghargaan tersebut yang diraih NTB di bawah kepemimpinan TGB. NTB juga dalam setiap pelaksanaan kegiataan bertaraf nasional maupun internasional selalu mendapat pujian atas pelaksaan kegiataan yang dimaksud. Maka tak heran, semasa kepemimpinan TGB, NTB menjadi daerah tujuan berbagai pelaksanaan kegiatan nasional maupun internasional. Hal tersebut tentu terjadi tidak begitu saja, melainkan ada faktor-faktor pendukung yang menjadi standar penilaian untuk dipenuhi oleh daerah yang bersangkutan. Artinya TGB sebagai Gubernur NTB berani tampil dan ambil bagian menjadi tuan rumah penyelenggara kegiatan yang memiliki tingkat risiko maksimal.   Hal demikian di atas, NTB dan gubernurnya mendapat apresiasi yang begitu besar. Namun tentu kemesraan dan romantisme kita masyarakat NTB dengan Gubernur TGB akan segera berakhir dalam hitungan beberapa bulan lagi. Tentu kita mulai berpikir, meraba-raba, menerawang sekiranya tokoh yang akan tampil dalam suksesi pergantian kepemimpinan NTB nanti.

Sederetan prestasi yang telah diraih NTB selama kepemimpinan TGB dapatkah di pertahankan? atau akan semakin bertambah? atau justru akan menurun? Ini tentu menjadi pekerjaan rumah baik bagi para elit politik, elit masyarakat maupun masyarakat itu sendiri. Berpikir, menimbang tentang ketepatan akan sosok pengganti yang akan memimpin NTB. Kita tentu tidak ingin salah langkah, salah memilih yang dapat mengakibatkan merosotnya kualitas kepemimpinan, kualitas prestasi maupun kualitas kehidupan masyarakat.

Di NTB sendiri, sudah menjadi hal yang biasa ketika mendekati prosesi pergantian kepemimpinan (pemilihan gubernur) para figur atau elit-elit politik, baik elit politik lokal di NTB maupun elit politik NTB yang berada di luar NTB akan ramai melempar dan memainkan isu untuk dikonsumsi masyarakat sebagai bentuk mencari simpati pemilih. Dan isu yang paling sering atau dengan kata lain paling laku untuk dijual adalah isu pemerataan pembangunan yang berujung pada permintaan pemekaran wilayah, dan ini sangat klasik, melelahkan dan membosankan. Biasanya isu tersebut lahir dan paling gencar dihembuskan oleh tokoh-tokoh yang berasal dari Pulau Sumbawa dan bahkan tokoh dari Pulau Lombok pun tertarik untuk merebut simpati masyarakat Pulau Sumbawa dengan isu demikian.

- Advertisement -

Hal ini bukan menjadi…

- Advertisement -
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

- Advertisment -