Senin, Juni 17, 2024
spot_imgspot_img
BerandaOpiniMimba Sebagai Pestisida Nabati untuk Mendukung Pertanian Ramah Lingkungan

Mimba Sebagai Pestisida Nabati untuk Mendukung Pertanian Ramah Lingkungan

Oleh: Tantawizal (POPT BSIP NTB)

- Advertisement - Universitas Warmadewa

Penggunaan pestisida sintesis atau kimiawi yang berlebihan di seluruh dunia sejak digaungkannya revolusi hijau telah membuat hama tanaman menjadi resisten/tahan terhadap berbagai macam bahan aktif pestisida kimiawi yang digunakan termasuk di Indonesia. Penggunaan pestisida yang berlebihan ini juga telah berdampak pada lingkungan dan kesehatan manusia. Berkenaan dengan hal tersebut maka diperlukan adanya usaha untuk mendapatkan pestisida alternatif yang efektif untuk mengendalikan hama tanaman serta tidak menimbulkan efek negatif terhadap lingkungan dan manusia.

Pestisida nabati merupakan salah satu alternatif yang efektif untuk pengendalian hama dan relatif aman bagi lingkungan, salah satunya adalah pestisida yang berbahan dari tumbuhan mimba. Penggunaan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama tanaman tidak dimaksudkan untuk meninggalkan penggunaan pestisida kimiawi secara total, namun ditujukan untuk mengurangi penggunaan pestisida kimiawi yang banyak berdampak pada lingkungan dan kesehatan manusia sebagai konsumen.

Potensi Pemanfaatan Tumbuhan Mimba sebagai Pestisida Nabati

Foto oleh Sen R: https://www.pexels.com/id-id/foto/bokeh-daun-coklat-mimba-tembakan-vertikal-5658269/

Tumbuhan mimba merupakan tumbuhan asli dari Afrika dan Asia. Di benua Asia, tumbuhan mimba banyak ditemukan di Negara India, Burma, China Selatan, dan Indonesia. Di Indonesia tumbuhan mimba banyak ditemukan di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Dan di NTB tumbuhan mimba banyak tumbuh di lahan kering baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. Habitat terbaik untuk tumbuhan mimba adalah dataran rendah dan lahan kering dengan ketinggian 0 – 800 meter dari permukaan laut (mdpl).

Di Indonesia pemanfaatan tumbuhan mimba sebagai pestisida nabati telah lama dilakukan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, khususnya dalam pertanian organik. Bagian tumbuhan mimba yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pestisida nabati adalah daun dan bijinya. Ekstrak daun dan biji mimba mengandung empat senyawa aktif yaitu senyawa azadirachtin (pengganggu pertumbuhan dan perkembangbiakan hama), senyawa salanin (penghambat makan hama), senyawa meliantriol (penolak dan pengusir hama akibat aroma dan rasa yang tidak disukai serangga hama), senyawa nimbin (penghambat perkembangan pathogen penyebab penyakit tanaman) (Subiyakto, 2009).

Beberapa jenis hama tanaman yang dapat dikendalikan menggunakan pestisida nabati ekstrak biji dan daun mimba seperti Helopelthis sp., ulat jengkal, Aphis sp., Nilaparvata sp., dan Sitophilus sp. (Syakir, 2011), kutu daun, penggerek polong tanaman kacang-kacangan, hama wereng coklat dan siput pada tada tanaman padi (Nova, 2015). Dengan potensi tersebut maka tumbuhan mimba dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan dan berkelanjutan sehingga penggunaan pestisida kimia yang berbahaya bagi lingkungan dan manusia dapat dikurangi.

. Beberapa keunggulan pestisida nabati ekstrak mimba antara lain: a). Kandungan senyawa aktifnya mudah terurai dan kadar residunya relatif kecil, sehingga dapat digunakan sampai menjelang panen b). Peluang terbunuhnya serangga bukan sasaran rendah. c). Relatif aman terhadap vertebrata (manusia dan ternak), d). Memiliki senyawa aktif lebih dari satu jenis sehingga tidak mudah menimbulkan resistensi pada hama. Dengan beberapa keunggulan tersebut maka akan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan kelestraian lingkungan dapat terjaga. Sedangkan kelemahannya adalah persistensi pestisida nabati yang singkat sehingga diperlukan aplikasi yang berulang-ulang agar mencapai keefektifan pengendalian yang maksimal pada kondisi populasi hama yang tinggi.

Foto: daun Mimba dari Halodoc

Pembuatan Ekstrak Tumbuhan Mimba

Ekstrak biji dan daun mimba dapat dilakukan oleh petani secara sederhana, untuk ekstrak biji mimba dapat dibuat dengan cara mengeringkan biji mimba terlebih dahulu agar tidak berjamur. Kemudian digiling hingga halus dan disaring dengan ayakan. Selanjutnya dicampur air dengan takaran untuk 50 gr ekstrak biji mimba ditambahkan 1 liter air lalu direndam selama 12 jam, selanjutnya rendaman disaring dengan kain furing. Dan hasil penyaringan dapat dicampur dengan perekat dan siap diaplikasikan ke tanaman.

Sedangkan ekstrak daun mimba dapat dibuat dengan cara 50 gr daun mimba segar ditambahkan 1 liter air kemudian diblender sampai halus kemudian direndam selama 12 jam. Hasil rendaman selanjutnya disaring dengan kain furing dan ditambahkan perekat, cairan pun siap diaplikasikan pada tanaman.

DAFTAR PUSTAKA

Nova, L. W. (2015). Aplikasi ekstrak mimba dengan pelarut alkohol terhadap mortalitas wereng batang coklat. Prosiding seminar nasional perhimpunan entomologi Indonesia, Malang 1- 2 Oktober 2015.

Subiyakto. (2009). Ekstrak biji mimba sebagai pestisida nabati: potensi, kendala, dan strategi pengembangannya. Jurnal Perspektif, 8(2), 108-116.

Syakir, M. (2011). Status Penelitian Pestisida Nabati, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Perkebunan. Prosiding Seminar Nasional Pestisida Nabati IV, Jakarta 15 Oktober 2011.

RELATED ARTICLES
spot_img
Senin, Juni 17, 2024
- Advertisment -spot_img

Populer Pekan ini

Senin, Juni 17, 2024
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -
- Advertisment -

Banyak Dibaca

- Advertisment -