Menguji Nyali Dengan Olah Raga Arung Jeram

78

Mataram, HarianNusa.com — Arung jeram termasuk salah satu jenis olah raga ekstrim. Dibutuhkan ketahanan fisik dan mental serta persiapan matang sebelum memulai pengarungan. Namun bagi sebagian orang, melewati jeram yang dikelilingi bebatuan cadas dan air sungai yang deras tentu saja sangat menantang untuk ditaklukkan. Dan salah satu penyedia jasa wisata arung jeram yang berlokasi di Dusun Karang Temu Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Lombok Barat, menyediakan tantangan tersebut.

Adalah Jangkuk Rafting, nama penyedia jasa olah raga ekstrim tersebut. Lokasinya yang terletak di hulu sungai Jangkok yang deras dengan bebatuan cadas, serta sawah warga yang asri, menjadi pengalaman menarik yang tentunya sulit dilupakan wisatawan. Memang, tidak semua orang bisa melakukan olah raga satu ini. Karena sifatnya yang membutuhkan ketahanan mental dan fisik. Namun, bagi wisatawan yang ingin mencoba, tidak perlu khawatir, karena ada pemandu yang mengarahkan selama pengarungan berlangsung.

Kepada HarianNusa.com, salah seorang pemandu senior Jangkuk Rafting, Martono mengatakan, dalam mengarungi sungai menggunakan perahu, wisatawan harus tetap mendengar arahan dari pemandu. Pentingnya hal tersebut supaya jangan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Harus tetap waspada dan selalu mendengar arahan pemandu,” ujar Martono, Sabtu (3/6).

Dibalik itu, ada banyak hal positif yang bisa didapatkan dari pengalaman mengarungi cadas dan curamnya hulu sungai Jangkuk tersebut. Suara air yang berbenturan dengan bebatuan serta udara sejuk khas pedesaan merupakan pengalaman lain yang tak kalah menarik. Dari base camp, yang berlokasi di Dusun Karang Temu, wisatawan yang akan melakukan arung jeram akan diantar menggunakan mobil off road menuju Dusun Perabe, sebagai tempat start atau memulai pengarungan. Sebelum melakukan pengarungan, pemandu terlebih dahulu akan memimpin wisatawan untuk berdoa bersama. Dilanjutkan dengan pemberian arahan dan dasar-dasar dalam melakukan pengarungan. Tak lupa, Martono mengingatkan untuk tidak menantang alam dan selalu bersahabat dengan menjaganya, karena alam merupakan teman yang harus dijaga dan disayangi. “Alam adalah teman. Kita harus menjaga dan mencintainya,” tegasnya.

Jeram yang paling berbahaya dengan karakter air terjun setinggi dua meter adalah Jeram Tibu Nyanyang. Derasnya air yang didorong oleh curamnya sungai, Jeram Tibu Nyanyang yang berkarakter air terjun dengan ketinggian dua meter, bermuara pada sungai yang dua sisinya diapit bebatuan cadas. Ini menjadikan jeram Tibu Nyanyang paling berbahaya dan mematikan. Untuk itu, para wisatawan dihimbau tetap patuh mendengarkan arahan para pemandu. Adrenalin para wisatawan juga masih akan dipacu dengan jeram-jeram lain yang menanti. Seperti jeram lilin, jeram kandang dan jeram bidadari. Layaknya jeram Tibu Nyanyang, jeram-jeram itu memiliki, tantangan, keunikan dan sensasi tersendiri bagi para wisatawan yang mengarungi sungai Jangkok.

Setelah dua jam lebih mengarungi sungai Jangkok melewati jeram sambil menikmati pemandangan alamnya yang asri, pengunjung kembali ke Base camp Jangkok Rafting sebagai finish atau akhir dari pengarungan. Di Base camp, pengunjung bisa menikmati suguhan minuman segar dan makanan yang telah disiapkan pengelola Jangkok Rafting, tentu saja di luar bulan puasa. (sta)

iklan[/caption]</div>        </div>


        <footer>
                        
            <div class=