Aksi Simpati Terhadap Petani Jurang Koak Digelar di Polda NTB

112
Aksi demo di Polda NTB. (dok. istimewa)

HarianNusa.com, Mataram – Siang ini (16/9) ratusan personel gabungan melakukan pengosongan lahan yang dikuasai petani di Dusun Jurang Koak, Lombok Timur. Lahan tersebut diklaim milik TNGR.

Penggusuran gubuk di lahan tersebut berbuntut kericuhan. Beberapa warga dikabarkan ditangkap lantaran menghadang polisi yang hendak melakukan penggusuran. Dikabarkan beberapa warga terkena lemparan batu dan pukulan.

Siang tadi Front Mahasiswa Nasional (FMN) Mataram menggelar aksi di depan Polda NTB. Massa mendesak polisi untuk tidak melakukan tindakan refresif terhadap warga Jurang Koak. Massa juga meminta TNGR harus pergi dari lahan adat milik warga.

“Lahan seluas 300 hektar tersebut telah lama digarap oleh petani, bahkan sejak zaman kolonial. Mereka telah berkali-kali mengalami pengusiran,” ujar Zul Harmawadi.

Massa mengatakan klaim TNGR pada lahan tersebut selalu berdasarkan aturan sejak zaman kolonial Belanda. Di mana dulunya lahan tersebut dijadikan suaka marga satwa oleh kolonial. Padahal tanah tersebut telah digarap petani sebelum adanya Belanda.

“Petani juga berkali-kali meminta pengukuran ulang atas lahan yang diklaim TNGR, tapi tidak pernah diindahkan,” tegasnya.

Hingga saat ini situasi di Jurang Koak masih dijaga ketat ratuan personel gabungan. Seementara warga juga terus berjaga di tanah adat mereka. (sat)

iklanbebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online