Malam Kedua: Pagutan Kembali Ricuh, Warga Tembakan Kembang Api

783
Polisi melakukan pengamanan di dua lingkungan terlibat bentrok di Pagutan. (satria/hariannusa.com)

HarianNusa.com, Mataram – Bentrok kembali terjadi antara Lingkungan Peresak Timur dan Lingkungan Asak di Pagutan, Kota Mataram. Bentrok mulai terjadi sekitar pukul 22.00 Wita, Sabtu (23/9) hingga dini hari, Minggu (24/9).

Lagi-lagi warga dua lingkungan terlibat saling lempar batu di sepanjang jalan perbatasan kedua lingkungan tersebut.

Personel gabungan Polda NTB, Polres Mataram dan Polsek jajaran turun mengamankan situasi.

Warga Peresak berkumpul di depan masjid Peresak Timur membawa senjata tajam berupa tombak dan parang. Sementara warga Asak turut berkumpul di belakang perumahan warga di Lingkungan Asak.

Lemparan batu dan botol terjadi antara dua kelompok warga. Tidak diketahui siapa warga dua lingkungan yang melakukan pelemparan, pasalnya warga melempar dari belakang rumah di masing-masing lingkungan.

Sekitar pukul 01.00 Wita tembakan kembang api dari Lingkungan Peresak terdengar. Kembang api mengarah pada lingkungan lawan. Polisi melalui pengeras suara mengimbau warga tidak saling lempar dan membakar kembang api. Namun himbauan polisi tidak diindahkan, masih saja terjadi tembakan kembang api.

Warga Asak juga melakukan pelemparan. Dari belakang rumah dan lokasi yang gelap, lemparan batu terus dilakukan.

Aksi saling lempar batu mulai berkurang sekitar pukul 02.00 Wita dini hari. Namun sesekali masih terdengar suara lemparan. Di sepanjang jalan perbatasan kedua lingkungan berserakan batu sisa lemparan dan pecahan botol.

Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK yang turun di lokasi bentrok mengimbau warga untuk menyudahi bentrokan tersebut. Pasalnya bentrokan tersebut merupakan bentrokan kali ketiga di tahun 2017. Warga dua lingkungan sebelumnya telah sepakat berdamai melalui mediasi bersama Pemkot Mataram dan kepolisian.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat dua lingkungan, Peresak Timur dan Asak yang selama ini terjadi ketegangan, hentikan lah. Kita kan sudah berkomitmen, sudah membuat kesepakatan damai, sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak dan tokoh masyarakat,” imbaunya,

Ratusan personel kepolisian bersama TNI masih berjaga. Puluhan personel Sabhara ditempatkan di Barat perbatasan. Personel lainnya ditempatkan di Timur perbatasan. Sementara personel Brimob ditempatkan di Polsek Pagutan yang tidak jauh dari lokasi bentrokan. Apabila bentrokan kembali terjadi, maka personel diturunkan. (sat)

Baca:

Bentrok Pagutan Juli 2017:

Bentrok Pagutan September 2017:

iklan[/caption]</div>        </div>


        <footer>
                        
            <div class=