fbpx
23 C
Mataram
Rabu, September 29, 2021
Update Covid-19 Indonesia
4,211,460
Total Kasus
Updated on 28/09/2021 6:44 pm
BerandaHeadlinePenganugrahan Pahlawan Maulana Syaikh, Ini Komentar Buni Yani

Penganugrahan Pahlawan Maulana Syaikh, Ini Komentar Buni Yani

- Advertisement -
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Presiden Jokowi telah mengeluarkan Keputusan Presiden (Kepres) terkait penganugrahan pahlawan nasional kepada Almagfurullahu Maulana Syaikh TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid.

Kepres Nomor 155/TK/Tahun 2017 tentang Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional tanggal 6 November 2017 tersebut menganugrahkan empat pahlawan nasional. Selain Maulana Syaikh, penganugrahan juga diberikan pada Prof Drs H Lafran Pane asal DIY yang juga merupakan pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), alamarhumah Laksamana Malahayati dari Aceh dan almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kepri.

Menanggapi penganugrahan pahlawan terhadap Maulana Syaikh, Buni Yani mengatakan sangat tepat gelar pahlawan tersebut diberikan pada Maulana Syaikh. Menurutnya, pengabdian Maulana Syaikh pada bangsa Indonesia sangat besar.

- Advertisement -

“Alhamdulillah. Saya sangat senang mendengar Maulana Syaikh mendapatkan gelar pahlawan nasional karena memang jasa beliau dalam mengembangkan pendidikan dan mencerdaskan masyarakat NTB sudah tidak diragukan lagi,” ujarnya saat dikonfirmasi Hariannusa.com, Jumat (10/11).

Pria yang berasal dari Dusun Peteluan, Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur ini, mengatakan gelar pahlawan sangat layak diberikan pada Maulana Syaikh.

“Jasa beliau bisa dilihat dengan mata kepala sampai sekarang ini. Gelar tersebut sudah layak diterimanya,” ucapnya.

“Mudahan dengan amal ibadahnya tersebut Maulana Syaikh dimudahkan di alam kubur,” sambungnya.

Buni Yani yang saat ini tersangkut kasus ITE lantaran menyebarkan video Ahok, mengatakan masa kecilnya menjadi murid Maulana Syaikh. Dalam sepekan, ia dan kawan-kawan masa kecilnya belajar ngaji pada Maulana Syaikh.

Momen tersebut sangat berkesan bagi Buni. Ia dapat diajarkan secara langsung oleh seorang guru bangsa yang kini menjadi pahlawan nasional.

“Sebagai murid yang waktu kecil saya sering mengaji di Madrasah NW Rensing dengan beliau kalau tidak salah setiap hari Senin atau Selasa, saya sangat senang dan bersyukur,” tuturnya. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

- Advertisment -